
PEKANBARU, GORIAU.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan lebih kurang satu pekan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kabut asap di Riau bisa teratasi. Asalkan semua perangkat terkait terlibat aktif dalam upaya penanggulangan.
Direktur Bantuan Darurat BNPB, Harmensyah kepada GoRiau.com, Rabu (26/2/2014), menegaskan, upaya pertama yang akan dilakukan BNPB adalah memanfaatkan SDM yang ada di Riau terlebih dahulu. Baik tingkat pemerintahan, keamanan hingga masyarakat.
"Kita akan turun ke lokasi dalam satu atau dua hari ini untuk mengecek kondisi. Mana yang masih bisa menggunakan peralatan yang ada dan mana yang tidak," kata Harmensyah.
Sementara untuk daerah yang memang membutuhkan peralatan lebih dan tidak memiliki peralatannya, BNPB siap membantu dalam pengadaannya. Contohnya saja seperti pompa portable, pompa apung dan beberapa yang lainnya.
Dimana peralatan-peralatan tersebut diperlukan jika pusat titik api berada jauh di dalam hutan dan tidak bisa terjangkau. Artinya, langkah pertama yang akan diambil BNPB dalam penanggulangan karhutla ini melalui operasi darat.
"Kita akan fokuskan untuk operasi darat dulu dengan memaksimalkan komponen atau perangkat terkait di daerahnya," ujar Harmensyah.
Sementara bagaimana dengan tim dari pusat? Harmensyah menjelaskan bahwa belum menurunkannya. Karena akan memanfaatkan seluruh perangkat yang ada di Riau. "Kita maksimalkan tenaga di Riau," tuturnya.
Sementara terkait permintaan Riau dalam peminjaman pesawat untuk karhutla dan kabut asap ini, Harmensyah mengatakan tergantung pada kebutuhan masing-masing daerah nantinya.
Karena dijelaskannya, upaya yang paling cepat dilakukan masih menggunakan operasi darat. "Kita akan sesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing daerah, jika nantinya memang tidak bisa terjangkau, maka akan menggunakan operasi udara," sambungnya.***