PEKANBARU - Pasca bentrokan antara dua kelompok tani di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, yang menyebabkan seorang petani tewas karena tertembak senapan angin, aparat kepolisian menetapkan satu orang jadi tersangka.

Usai peristiwa itu terjadi, aparat kepolisian dari Polres Rohul, sempat mengamankan sebanyak 15 orang, yang terlibat dalam insiden bentrok tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, ada satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa itu, pria dengan berinisial RP (25), yang bekerja sebagai security di lahan tempat dua kelompok petani itu bentrok.

RP merupakan orang yang menembak korban Dearmando Purba (26) tewas, karena terkena tembakan senapan angin, tepat di keningnya.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, satu orang berin RP, yang melakukan penembakan, dan menyebabkan korban meninggal dunia, ditetapkan sebagai tersangka," ujar Kapolres Rohul, AKBP Taufik Hidayat, melalui Kasubag Humasnya, Ipda Refly Harahap, Jumat (29/1/2021).

Terhadap tersangka RP, disangkakan dengan Pasal 338 KUHP yang berbunyi, Barang siapa dengan sengaja menghilangkan nyawa orang karena pembunuhan biasa, dipidana penjara selama-lamanya 15 tahun. Dan atau Pasal 351 ayat (2) dan ayat (3) KUHP yang berbunyi: Penganiayaan yang berakibat luka berat. Penganiayaan yang berakibat matinya orang.

Selanjutnya kata Refly, untuk 14 orang lainnya, statusnya hanya sebagai saksi."Sementara 14 orang yang turut diamankan bersama dengan tersangka RP, dijadikan saksi dan diwajibkan lapor 2 kali seminggu ke penyidik Sat Reskrim Rokan Hulu," tutup Refly.

Diberitakan sebelumnya, keributan antara dua kelompok petani di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darusssalam, Kabupaten Rokan Hulu, berujung tewasnya satu orang petani karena terkena tembakan senapan angin, tepat dikeningnya.

Peristiwa itu terjadi pada hari Selasa (26/1/2021) siang, sekitar pukul 14.00 WIB. Awalnya satu kelompok petani Pok Purba CS, mendatangi kelompok petani Pok Kebun Puskopkar.

Kelompok Purba CS, menyerang kelompok Kopkar, dengan menggunakan sajam, dodos, tojok, parang imas, dan bebatuan yang ada di kebun Puskopkar.

Karena diserang, kelompok Kopkar melakukan perlawanan, dengan menggunakan senapan angin dan senjata tajam yang ada di barak. Serangan balik ternyata membuat Pok Purba CS mundur.

Setelah aksi saling serang itu terjadi, diketahui ada satu orang yang tewas, bernama Purba (38), karena terkena tembakan senapan angin, tepat di keningnya.

Sementara dua orang lainnya, bernama Warsito Purba (42) mengalami luka di mulut akibat lemparan batu, sedangkan Fajar (40) terluka dibagian leher akibat terkena dodos atau alat untuk panen sawit.

Selanjutnya korban tewas langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, dan dua lainnya dirawat di salah satu rumah sakit di Rokan Hulu. ***