PANGKALAN KERINCI - Kelahiran anak gajah betina di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Rabu (10/6/2026), menjadi angin segar bagi dunia konservasi. Peristiwa ini semakin menegaskan fungsi krusial ekosistem Tesso Nilo sebagai benteng terakhir habitat alami Gajah Sumatera di Provinsi Riau.

Kawasan Flying Squad Balai TNTN terbukti masih memiliki daya dukung lingkungan yang sangat baik untuk perkembangbiakan satwa dengan status kritis (terancam punah) tersebut.

Rekor Kelahiran Flying Squad

Kepala Balai TNTN, Heru Sutmantoro, SHut MM membeberkan catatan positif terkait peningkatan populasi di kawasan pelestarian tersebut. Beberapa fakta keberhasilan meliputi:

  • Mencatat 4 kelahiran anak gajah dalam 8 tahun terakhir.
  • Kelahiran berasal dari dua induk gajah jinak, yakni Lisa dan Ria.
  • Proses reproduksi terjadi secara alami dengan gajah liar yang menghuni kawasan TNTN.

"Kelahiran ini semakin memperkuat fakta bahwa hutan Taman Nasional Tesso Nilo merupakan habitat penting yang berkontribusi besar terhadap upaya peningkatan populasi Gajah Sumatera," jelas Heru Sutmantoro.

Total Delapan Ekor

Kehadiran anggota baru yang belakangan diberi nama Nona Seroja ini menambah daftar panjang keberhasilan tim mahout dan petugas medis Balai TNTN. Jumlah populasi gajah binaan di Camp Elephants Flying Squad kini genap menjadi delapan ekor.

Rincian populasi gajah yang diawasi tersebut terdiri dari:

  • Tiga ekor gajah dewasa
  • Dua ekor gajah remaja
  • Tiga ekor anak gajah

Momen bahagia ini diharapkan mampu mendongkrak optimisme seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah untuk terus melindungi kawasan hutan Tesso Nilo dari ancaman kerusakan agar siklus kehidupan satwa endemik ini tidak terputus. ***