TEMBILAHAN – Bencana tanah longsor akibat abrasi terjadi di Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, pada Rabu (4/12/2024) sekitar pukul 23.30 WIB. Kejadian ini mengakibatkan enam rumah mengalami kerusakan berat dan lima rumah rusak ringan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Menurut keterangan saksi, Santoso, yang berada di pelabuhan sekitar pukul 23.20 WIB, ia merasakan kemiringan pada struktur pelabuhan saat sedang mencuci kaki. Santoso segera menjauh dan memperingatkan warga dengan berteriak "longsor." Beberapa saat kemudian, tanah di sekitar area tersebut mulai runtuh, menyebabkan rumah-rumah warga di pinggir sungai ambruk.

Warga yang mendengar teriakan tersebut segera keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Rumah-rumah yang terdampak berada di sepanjang pinggir sungai, yang diduga menjadi lokasi rentan abrasi. Saat kejadian, kondisi air sungai sedang surut.

Berdasarkan dugaan awal, longsor ini terjadi akibat abrasi air sungai yang terus mengikis tanah di sekitar pemukiman warga. Rumah-rumah yang terdampak sebagian besar berada sangat dekat dengan tepi sungai, yang membuatnya rentan terhadap bencana serupa.

Data Korban dan Kerusakan

- Kerusakan:

- 6 unit rumah rusak berat

- 5 unit rumah rusak ringan

- Korban dengan rumah rusak berat:

1. Masdar (56), wiraswasta

2. Idris Madat (63), petani

3. Amat (65), petani

4. Yanto (45), petani

5. Supriyadi (39), petani

6. Basri (41), petani

- Korban dengan rumah rusak ringan:

1. M. Akas (55), petani

2. Kurniawan (40), petani

3. Kasim (61), petani

4. Nursiah (60), petani

5. Nardi (42), petani

Hingga saat ini, tim gabungan dari BPBD Kabupaten Indragiri Hilir, pemerintah Kecamatan Tanah Merah, Koramil 02/TM, Polsek Tanah Merah, dan masyarakat setempat sedang melakukan langkah-langkah penanganan. ***