PEKANBARU, GORIAU.COM - Hasil pendeteksian alat Indeks Standar Polutan Udara (ISPU) Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau, yang terletak di Jalan Sudirman, menunjukkan pada Kamis pagi (6/3/2014), udara di daerah ini mengandungan partikulat (partikel halus sejenis asap) mencapai 100 polutan (pencemaran) atau dalam posisi sedang. Hal itu sekaligus menunjukkan turunnya kuwalitas udara.

"Kategori sedang mengartikan bahwa kualitas udara pada tingkat kosentrasi 100 polutan standard indeks (PSI) masih belum membahayakan kesehatan manusia," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zainal Arifin.Alat pendeteksi kadar kualitas udara tersebut juga menunjukkan kandungan sulfur dioksida (SO) berada pada posisi kosentrasi 30 PSI dan karbon dioksida (CO) merada pada titik kosentrasi 40 PSI.Kandungan nitrogen dioksida (NO2) berada pada titik kosentrasi 45 polutan standar, yang menurut ilmu lingkungannya adalah belum begitu membahayakan bagi kesehatan manusia."Kondisi udara cukup berbahaya jika mesin ISPU tersebut menunjukkan angka melebih 150 PSI, dan sangat berbahaya jika berada di atas 200 PSI," kata Zainal Arifin.Berdasarkan pantauan Antara di sekitar lokasi berdekatan dengan mesin ISPU tersebut, kabut asap yang merupakan dampak dari peristiwa kebakaran hutan atau lahan masih sangat jelas terlihat.Namun sejumlah pengendara sepeda motor belum terlihat menggunakan penutup hudung dan mulut (masker) untuk menghindari gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (Ispa).Sejauh ini, hampir seluruh kabupaten di Provinsi Riau telah tercemar kabut asap dengan tingkat ketebalan yang bervariasi. Terparah dikabarkan terjadi di Kabupaten Bengkalis, Pelalawan, Siak, Indragiri Hilir dan Kota Pekanbaru.Kabut asap merupakan dampak dari peristiwa kebakaran lahan atau hutan di berbagai wilayah kabupaten/kota di Riau.Peristiwa ini terjadi setiap tahunnya saat musim kemarau atau minimnya hujan melanda berbagai daerah di daerah ini.Kabut asap di Riau pada pertengahan 2013 juga sempat menghambat berbagai aktivitas masyarakat termasuk pendidikan. Bahkan ketika itu, cemaran kabut asap Riau sempat menjangkau negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.(MC Riau/zar)