RENGAT, GORIAU.COM - Banjir terus melanda Desa Pasir Kemilu (Paskem) Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Bahkan sejak Jumat (7/12/2012) lalu, air sudah menyeberang jalan kabupaten (JalanKuantan Timur).

Kepala Desa (Kades) Pasir Kemilu (Paskem) Zairial Ahmad kepada wartawan, Sabtu (8/12/2012) menyatakan, kalau air sudah menyeberang jalan kabupaten (Jalan Kuantan Timur) berarti banjir sudah semakin tinggi. “Kedalaman air diperkirakan mencapai kedalaman 50 – 60 cm. Kondisi itu sudah semakin parah ketimbang beberapa pekan lalu. Kalau jumlah KK yang terendam beberapa pekan lalu hanya 30 KK, kini sudah 70 KK yang rumahnya terendam banjir,” terang Zairial. 

Diperkirakan air yang menggenangi rumah warga akan terus bertambah bila curah hujan di daerah hulu (Kab.Kuantan Singingi-red) terus meninggi. Karena, debit air di Sungai Indragiri sampai hari ini terus meninggi. “Kita khawatir air akan terus menggenangi pemukiman rumah warga saya, jika curah hujan di hulu terus meninggi,” ujar Zairial, resah. 

Untuk diketahui, Desa Pasir Kemilu dengan rumah dinas Bupati Inhu hanya berjarak lebih kurang 2 kilometer. Bantuan banjir yang dijanjikan Satlak PBPP Inhu sampai kini tidak ada lagi. Pemkab Inhu terkesan tutup mata dan tutup telinga terkait banjir ini yang diderita warga. 

Jika Pemkab Inhu memiliki visi misi Inhu sejahtera 2015 hanya isapan jempol belaka. Sebab, jangankan bantuan Raskin susulan, bantuan dalam bentuk lainnya saja belum juga disalurkan. Terlebih lagi, Bupati Inhu Yopi Arianto, dalam sebuah kutipan di majalah Inhu Satu, yang menyatakan kalau ia rela bangkrut asal rakyat Inhu Sejahtera. 

Bila diilustrasikan, pernyataan orang nomor satu di Inhu ini ibara pepatah lama, yakni ''Jauh Panggang Dari Api''. Dengan arti kata tidak mungkin akan terwujud jika untuk memberi bantuan segelintir warganya yang jaraknya hanya beberapa kilometer saja tidak terealisasi. (aun)