TEMBILAHAN- Istri H Wahab tidak menyangka, dirinya yang membakar tempurung untuk membuat arang pada pukul 10.00 WIB membuat rumahnya dan rumah tetangganya ludes dilalap sijago merah enam jam kemudian.

Awal cerita, Selasa (18/10/2016) ia membakar tempurung di halaman rumahnya, setelah merasa arang sudah jadi, ia pun membawa masuk ke dalam rumahnya.

Ia tidak mengira, dari seluruh arang yang dibawanya masuk itu ada arang yang masih menyala, sehingga ia dan suaminya pun pergi ke kebun dan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.

Hingga pukul 16.00 WIB, Fitriadin seorang warga di sana yang tengah memperbaiki sampan di depan rumahnya yang berada di seberang parit rumah H Wahab, melihat kepulan asap yang berasal dari bagian dapur rumah H Wahab.

Ia kemudian mendekati rumah tersebut dan melihat bagian belakang rumah korban sudah terbakar. Selanjutnya ia berteriak meminta pertolongan kepada warga lainnya dan secara bersama-sama mereka mendobrak pintu rumah korban untuk menyelamatkan harta benda milik korban dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Namun upaya memadamkan kebakaran tersebut tidak berhasil, karena kobaran api yang sudah membesar menyebabkan warga tidak dapat menyelamatkan harta benda korban serta turut menghanguskan rumah Edi Uslian yang letaknya berdekatan dengan rumah korban.

Kedua bangunan rumah yang terletak di RT 10 RW 03, Parit Balok, Dusun Sederhana, Desa Pungkat, Kecamatan Gaung itu terbuat dari kayu, hingga menyebabkan api dengan cepat menghanguskan bangunan kedua rumah tersebut.

Baru sekira pukul 17.30 WIB. api berhasil dipadamkan, namun kedua buah rumah sudah habis dilalap si jago merah.

''Saat terjadi kebakaran korban dan istrinya sedang bekerja di kebun, sedangkan rumah tetangganya yang ikuti terbakar saat itu hanya ada istrinya, sang suami Edi Uslian juga tengah berada di kebun,'' terang Paur Humas Polres Inhil, Ipda Heriman Putra, Rabu (19/10/2016).

Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tapi kerugian materi diperkirakan mencapai Rp80 juta.***