
PEKANBARU, GORIAU.COM - Fakultas Ekonomi Universitas Lancang Kuning (Fekon Unilak) Pekanbaru menggelar seminar nasional bertemakan pengelolaan minyak dan gas di Provinsi Riau di gedung Pascasarjana Unilak, Jumat (15/5/2015), dengan menghadirkan anggota Komisi VII DPR RI Aryo Djojohadikusumo sebagai narasumber.
Seminar yang dihadiri sekitar 180 peserta dari beberapa universitas ini dimaksudkan sebagai perbandingan hasil minyak dan gas yang telah dihasilkan oleh Provinsi Riau dengan bagi hasil yang diberikan pemerintah pusat ke daerah.
Ketua Panitia Pelaksana Fekky mengatakan, dari hasil pemaparan yang disampaikan oleh Aryo Djojohadikusumo, pembagian hasil sumberdaya alam juga harus mempertimbangkan berbagai aspek, terutama kontribusi daerah penghasil kepada daerah yang tak memiliki sumberdaya memadai.
"Melalui seminar ini kami ingin membandingkan penghasilan minyak Riau dengan yang diterima daerah. Karena kondisi rakyat Riau masih banyak yang miskin," sampainya.
Anggota Komisi VII DPR RI Aryo Djojohadikusumo menyebutkan, pemerataan penghasilan bagi daerah harus disejalankan dengan kondisi ekonomi bagi negara. Karena banyak daerah di Indonesia yang tak memiliki sumberdaya alam yang cukup bagi membangun daerahnya.
"Dengan adanya pembagian hasil Migas dan sumberdaya alam lainnya, daerah-daerah yang miskin juga dapat seiring berdiri dengan daerah yang kaya," kata politisi Partai Gerindra tersebut.
Namun demikian, Aryo tidak memungkiri Riau sebagai daerah penghasil bagi negara, juga harus mendapatkan porsi yang layak dalam mensejahterakan masyarakat daerah ini.(rul)