PEKANBARU - Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi mendapatkan laporan dari Danrem 031/Wirabima dan Kapolda Riau, saat babinsa dan bhabinkamtibmas melakukan patroli dan upaya pemadaman menemukan obat nyamuk bakar di kawasan, lokasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kalau di kawasan (hutan dan lahan) ditemukan obat nyamuk, artinya ada orang yang sengaja membakar menggunakan obat nyamuk. Bahkan, satgas juga menemukan plastik yang isinya bensin," kata Syamsuar kepada GoRiau.com.

Dirinya pun heran atas temuan tersebut. Mengapa bisa ada obat nyamuk bakar, sementara rumah penduduk jauh dari lokasi temuan tersebut. Menurutnya, ada yang dengan sengaja membakar lahan itu.

"Ini bisa saja ulah orang sekitar, orang luar, atau orang luar yang menyuruh orang sekitar melakukan pembakaran. Apalagi belum lama ini, pihak penegak hukum berhasil mengamankan cukong yang diduga menyuruh masyarakat melakukan pembakaran," ungkapnya.

Untuk itu perlu adanya pengawasan dari RT dan RW kepada masyarakat yang baru tinggal atau pun gerak-gerik yang mencurigakan dari masyarakatnya. Berikan penyuluhan kepada masyarakat bahaya membakar lahan.

"Karena mencegah lebih baik daripada menanggulangi. Jangan nanti dibilang penegak hukum melakukan diskriminasi kepada masyarakat kecil. Padahal, masyarakatnya yang mau membakar karena diiming-iming uang," jelas Syamsuar saat Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Penanggulangan Karhutla 2019 di Kabupaten Pelalawan, bersama Bupati Pelalawan HM Harris, Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko.

Selain itu, hadir juga Kepala BPBD Riau Edwar Sanger, Bupati Pelalawan HM Harris, Kasi Ops Korem 031/Wirabima, Kajari Pelalawan, kepala desa, kapolsek, kepala dinas, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta perusahaan. ***