
PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Anggaran Pendapatan Belanja Derah (APBD) Kabupaten Pelalawan tahun anggaran 2012 ternyata hanya terserap 75 persen saja. Persentasenya hanya berkisar 75,98 persen dari anggaran yang sebesar Rp1,5 triliun lebih. Tidak terserap anggaran tersebut secara umum dipengaruhi adanya efesiensi belanja dan terdapat beberapa kegiatan yang belum selesai serta harus diluncurkan atau dianggarkan kembali di tahun-tahun berikutnya.
Hal ini terungkap dalam rapat paripurna DPRD Pelalawan dengan materi penyampaian LKPJ Bupati Pelalawan tahun 2012 di Gedung Daerah Laksamana Mangkudiraja, Pangkalan Kerinci, Senin (9/4). Rapat paripurna sendiri dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Pelalawan, Kasyadi, didamping Wakil Ketua Dua Ikmal Pasha.
Sementara dari Pemkab Pelalawan, LKPJ Kepala Daerah tersebut, dalam hal ini diwakili oleh Setdakab Pelalawan, Drs H Zardewan MM. Dilanjutkannya, bahwa pada tahun 2012 belaja yang telah dianggarkan tidak dapat diserap seluruhnya. Namun secara garis besar, program kegiatan Pemkab Pelalawan pada tahun 2012 sesuai dengan bidang dan kewenangan yang dimiliki Pemkab Pelalawan.
"Antara lain Pendidikan, 16 program kegiatan terealisasi dengan pencapaian progress mencapai 80,29 persen, Kesehatan sebanyak 27 program capaian realisasi 87 persen, Pekerjaan Umum 24 program realisasinya 83 persen, Perumahan Rakyat dari 6 program realisasi 88 persen, Penataan ruangan dengan 2 program terealisasi 80 persen," ujarnya.
Kemudian, sambungnya, Perencanaan Pembangunan dengan 14 program terealisasi 68 persen, Perhubungan dengan 11 program terealisasi 90 persen, Lingkungan hidup dengan 11 program 84 persen yang terealisasi, Pertanahan dengan 3 program hanya terealisasi 16 persen.
"Untuk Pencatatan Sipil terealisasi 91 persen, Pemberdayaan Perempuan realisasi 90 persen, keluarga sejahtera realisasi 96 persen, sosial realisasi 81 persen, tenaga kerja realisasi 88 persen, koperasi dan usaha kecil terealisasi 78 persen dan penanaman modal terealisasi 91 persen," ungkapnya.
Sementara untuk bidang Kebudayaan, lanjutnya, terealisasi 82 persen. Kemudian untuk bidang Pemuda dan olahraga terealisasi 69 persen, Kesbang dan politik realisasi 92 persen, Pemerintahan Umum realisasi 84 persen, Ketahanan Pangan realisasi 86 persen, Pemberdayaan Masyarakat realisasi 89 persen, Statistik tidak ada program, Kearsipan terealisasi 76 persen, komunikasi dan informatika terealisasi 56 persen dan perpustakaan terealisasi 94 persen.
"Sedangkan untuk bidang pertanian terealisasi 83 persen, Kehutanan terealisasi 4,73 persen, Energi dan sumber daya mineral realisasinya 70 persen, Pariwisata terealisasi 72 persen, Kelautan dan perikanan terealisasi 91 persen, perdagangan realisasinya 91 persen, perindustrian realisasinya 97 persen dan transmigrasi terealisasi 99 persen," tutupnya. (ilm)