PEKANBARU, GORIAU.COM - Meski Gubernur Riau telah membentuk Posko Penanggulangan Bencana Karhutla di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, namun Dinas Kehutanan (Dishut) Riau juga membentuk 11 posko yang dipusatkan di titik-titik rawan kebakaran.

Namun posko tersebut bersifat mobile atau dapat dipindah-pindah ketika dibutuhkan. Namun saat ini yang baru terealisasi baru 4 posko. Diantaranya Bagan Sinembah, Pelintung, Bengkalis dan di Pelalawan.

Sementara 7 posko lagi tengah dipersiapkan untuk segera dioperasionalkan. Namun berbeda dengan 4 posko yang sudah beroperasi tersebut, dimana 7 posko yang baru tersebut seluruhnya merupakan campur tangan pihak perusahaan.

"7 posko yang tengah dipersiapkan tersebut dibangun menggunakan dana perusahaan. Posko ini semuanya bersifat mobile dan bisa dipindah jika sewaktu-waktu dibutuhkan," terang Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Irwan Effendi.

Fungsi posko itu sendiri lebih kepada upaya pencegahan. Dimana aksi cepat tanggap dari tim penjaga posko diarahkan kepada penanganan pra kebakaran.

"Kita sifatnya mencegah, jika memadamkan tentu tidak mungkin, karena sudah ada tim dengan personil ratusan yang sudah dikerahkan," papar Irwan.

Sementara saat disinggung mengenai dugaan keterlibatan pihak perusahaan, dikata Irwan, perlu dikroscek lebih mendetail. Meningat sebagian besar lahan yang terbakar adalah kawasan perkebunan.

''Memang ada konsesi lahan yang terbakar, tapi itu juga karena adanya masyarakat yang ikut beraktifitas. Untuk itu diperlukn penindakan hukum dan aturn yang jelas,'' imbuh Irwan.***