PEKANBARU - Kegiatan patroli pembersihan penyakit masyarakat di bulan Suci Ramadhan oleh Tim Bono Raimas Ditsamapta Polda Riau diapresiasi. Apresiasi disampaikan oleh salah satu orang tua pemuda yang ikut terjaring dari 42 muda-mudi diluar nikah yang kedapatan ngamar di Hotel Emerald Pekanbaru, pada hari Senin (10/5/2021) lalu.

Pantauan GoRiau di Ruang Dalmas Ditsamapta Polda Riau, Selasa (11/5/2021), tampak para orang tua muda-mudi yang terjaring razia Tim Bono, datang mendampingi anaknya untuk membuat perjanjian tidak mengulangi perbuatan ngamar dengan lawan jenis diluar nikah lagi.

Salah satu orang tua saat ditanyai GoRiau, mengaku sangat marah ketika mengetahui anaknya nginap di hotel tanpa sepengetahuannya.

“Saya marah, ngapa Adek (anaknya) kesana, janji sama teman katanya tau-tuanya kesana memang saya sempat telefon jam 12 itu, Dek dimana hari dah jam berapa kok belum pulang, katanya di rumah temannya, tau-tuanya pagi dia pulang, katanya kena razia,” ujar wanita berusia 58 tahun itu.

Kemudian ia mengungkapkan rasa terimakasih kepada Tim Bono Ditsamapta Polda Riau, yang sudah membongkar kelakuan anaknya di luar, ia berharap anaknya bisa jera dengan insiden itu.

“Terkait kegiatan ini, saya berterima kasih sama pihak polisi yang sudah melakukan hal ini, biar anak-anak muda itu jera, ngapain lah kesana tidak ada bagusnya, yang ada rusak mereka kalau kesana-sana,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, pada operasi pembersihan penyakit masyarakat di Hotel Emerald, yang berada di Jalan Kaharudin Nasution, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Tim Bono Raimas Ditsamapta Polda Riau, ciduk 10 cewek open booking order (BO).

Pantauan GoRiau.com di lapangan, tampak Tim Bono yang dipimpin oleh tiga perwira muda bernama Ipda Toriq Akbar, Ipda Mohammad Fatiyo dan Ipda Eunike Sabrina Damanik, beserta anggotanya, melakukan pemeriksaan di Hotel Emerald, Senin (10/5/2021) dini hari.

Awalnya puluhan pemuda pemudi terlihat kocar-kacir keluar dari kamar masing-masing, bahkan ada yang bersembunyi di sudut-sudut bangunan Hotel Emerald, dan mengaku hanya menjemput keponakan, tapi nyatanya ia tidak menjemput keponakan.

Kemudian puluhan muda mudi itu dikumpulkan di halaman Hotel Emerald, ada sekitar 27 pria dan 15 orang wanita yang didapati nginap bersama laki-laki di Hotel Emerald.

Dari 15 orang itu, 10 orang diantaranya mengaku sebagai wanita pekerja sek komersial (PSK) online, atau lebih trend disebut open BO.

“Kalian ngapain disini?, kok ini ada anak kecil juga umurnya brapa,” ujar Perwira muda Ipda Eunike Sabrina Damanik kepada 10 orang wanita BO tersebut.

Kemudian 10 wanita itu menjawab kalau mereka berada di Hotel Emerald bekerja sebagai wanita BO. Bahkan ada salah satu wanita yang usianya masih 16 tahun.

Para wanita itu juga membeberkan mereka open BO dengan tarif dari Rp 1 juta hingga Rp 200 ribu, yang dipesan melalui aplikasi online yang bernama Mi Chat. ***