SELATPANJANG - Atlet tinju di Kepulauan Meranti, Riau, masih menggunakan alat tradisional saat latihan. Pasalnya, hingga saat ini sasana tinju alper Alahair Perjuangan itu masih kekurangan alat yang dibutuhkan untuk latihan.

Demikian diakui pelatih tinju Edi Sopianto kepada wartawan, Minggu (10/1/2016). Kata Edi, kendala yang mereka hadapi saat ini adalah pada fasilitas untuk latihan. Banyak alat-alat latihan masih menggunakan alat tradisional.

"Alat yang dipakai saat ini apa adanya, sebagian bantuan dari Ardiansyah. Alat yang lain saya buat sendiri, alat-alat tradisional yang saya pakai tahun 1980-an," kata Edi.

Ia berharap, ada pihak-pihak yang peduli tentang tinju di Kota Sagu. Ia pun berharap kepedulian itu ditunjukkan dengan melengkapi fasilitas sasana tinju yang baru terbentuk tahun 2015 ini.

Edi mengaku Ia tidak digaji saat melatih. Kuat keinginannya anak-anak Meranti bisa berprestasi di olahraga tinju meski dalam keterbatasan.

"Melatih ini murni dari hati saya, saya tidak digaji. Saya ingin pemuda di Meranti berprestasi dan bisa terhindar dari kegiatan negatif," ujar Edi.

Dari sisi atlet sendiri, Edi mengaku sudah menyiapkan 2 atau 3 atlet untuk diikutkan dalam Kejurda tahun 2016 ini. Namun, Ia mengharap fasilitas latihan bisa diperhatian agar atlet tinju bisa meraih prestasi (mendapat medali).

"Kalau memang menginginkan anak Meranti berprestasi di tinju, mohon dilengkapi fasilitas latihan, beri apa yang saya minta. Sampai hari ini barbel satu biji pun belum ada. Ini untuk kekuatan fisik. Atlet siap tanding kita sudah ada," ujar Edi juga.

Sementara itu pengurus Pertina Meranti, Boni, melihat atlet-atlet tinju di Kota Sagu mempunyai semangat yang tinggi. Ini akan sangat lebih baik apabila dilengkapi dengan fasilitas latihan. Untuk itu, Ia berharap baik Pertina maupun KONI Meranti hendaklah memperhatikan olahraga tinju ini.

"Pelatih kita ada, memang atlet tinju dulunya. Semangat atlet sangat tinggi, namun fasilitas masih kurang. Kita harap ini menjadi perhatian khusus untuk pihak terkait kedepannya," kata Boni. ***