PEKANBARU, GORIAU.COM - Suasana kantin DPRD Kota Pekanbaru sontak penuh tawa dan kritikan. Pasalnya sejumlah orang di kantin tersebut ramai membahas keberangkatan beberapa staf di Sekretariat Dewan ke Pulau Dewata, Bali dalam agenda Bimtek pada tanggal 3 sampai 5 Desember 2014 lalu.


Cerita Bimtek ke Bali itu menjadi headline di kantin tersebut. Apalagi belum lama ini dugaan Bimtek fiktif anggota dewan periode 2009-2014 juga muncul kepermukaan. Bahkan kasusnya sudah sampai ke kejaksaan.


''Keberangkatan sejumlah staf di Sekretariat Dewan ke Pulau Bali memang sangat aneh, dan terkesan diam-diam. Padahal belum lama ini kasus bimtek fiktif sudah muncul kepermukaan. Semoga saja bimtek kali ini tidak fiktif,'' ujar Hombing salah satu pengunjung kantin, yang juga berprofesi sebagai wartawan, Senin (8/12/2014).


Hal senada juga diungkapkan salah seorang anggota DPRD Pekanbaru. Dia menilai keberangkatan ke Pulau Bali itu tidak efisien. ''Bimtek apa juga lagi. Sedangkan kami para dewan tak ada pergi ke Bali,'' paparnya sembari tertawa kecil.


Sementara itu, Sekwan DPRD Pekanbaru, Ahmad Yani tak membantah soal keberangkatan ke Pulau Bali tersebut. ''Iya benar, ada beberapa staf yang pergi ke Bali. Keberangkatan dalam agenda Bimtek,'' katanya via seluler, Senin.


Namun, lanjut Ahmad Yani dalam keberangkatan tersebut, dirinya tidak ikut. ''Kalau saya tidak ikut, cuma mereka saja,'' katanya lagi.


Ketika ditanya berapa orang yang berangkat? Dan beberapa pertanyaan lainnya, Ahmad Yani meminta mengakhiri selulernya.


''Berapa orang yang pergi ke bali saya lupa. Nantilah saya kasih kabar lagi. Saya lihat datanya dulu,'' pungkasnya sembari menutup telepon.(app)