
SELATPANJANG - Pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, mengambil kebijakan dengan membongkar sisa atap di Stadion Mahmud Jalal Desa Banglas. Karena posisinya sangat tinggi, PSSI melibatkan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) untuk pembongkaran atap tersebut.
Hal itu disampaikan Ketua PSSI Kepulauan Meranti Hery Saputra SH, Senin (28/3/2016). Kata Hery, saat ini mereka mulai membenahi stadion yang dibangun zaman. Kabupaten Bengkalis itu. Sebab, saat ini sudah banyak aktivitas di Stadion Mahmud Jalal, seperti dijadikan tempat latihan atlet PPLPD Kepulauan Meranti, dan tempat latihan klub yang lainnya.
"Kita benahi stadion itu. Sisa atapnya kita bongkar karena sudah sangat membahayakan," ujar Ery kepada GoRiau, Senin (28/3/2016).
Dalam membersihkan sisa atap yang posisinya sangat tinggi, tambah Ery, PSSI melibatkan FPTI Kepulauan Meranti. Sebab, untuk naik dan beraktivitas di ketinggian itu tidak bisa dikerjakan oleh tukang biasa.
"Kami sengaja melibatkan FPTI, karena kondisi yang berada di ketinggian hingga tidak bisa dikerjakan oleh tukang biasa," tambah Ery.
Di tempat berbeda, Ketua Umum FPTI Kepulauan Meranti Hariyanto, membenarkan bahwa FPTI telah meminta bantuan. Mereka mengirimkan dua atlit panjat tebing, 1 instruktur dan 1 pekerja lain untuk membantu panitia membersihkan sisa atap stadion yang masih bergelantungan di rangka atas.
"Sifatnya membantu. Meski mereka sudah biasa main di ketinggian, kita tetap memperhatikan safety (keselamatan) dengan menggunakan peralatan panjat tebing," kata laki-laki yang akrab dipanggil Anto.
Pantauan GoRiau, Stadion Mahmud Jalal yang dibangun zaman Bengkalis ini sudah lama tidak difungsikan. Beberapa bagian stadion sudah harus direhab, termasuk atap yang sudah banyak rapuh dan berjatuhan. (**/zal)