PEKANBARU – Aktivitas rapat di lingkungan DPRD Provinsi Riau terganggu setelah sistem pendingin ruangan atau AC sentral mengalami gangguan. Suhu ruang rapat yang panas membuat peserta rapat tidak nyaman hingga pembahasan harus dihentikan.

Kondisi tersebut terjadi saat Komisi III DPRD Riau menggelar rapat bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Riau, Kamis (17/9/2026). Rapat membahas target dan potensi retribusi daerah tahun 2027.

Pembahasan yang berkaitan langsung dengan upaya peningkatan pendapatan daerah itu sempat terganggu karena kondisi ruangan yang tidak mendukung.

Pihak Sekretariat DPRD Riau bahkan sempat memasang kipas angin untuk mengurangi rasa panas. Namun, keberadaan kipas tersebut belum mampu mengembalikan kenyamanan ruang rapat.

Sejumlah peserta rapat terpaksa mengikuti pembahasan dalam kondisi ruangan yang panas. Situasi ini dinilai dapat mengganggu konsentrasi, terlebih rapat DPRD dapat berlangsung cukup lama dan membahas persoalan strategis daerah.

Kondisi tersebut juga membuat Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi, meradang. Di tengah rapat, Edi meminta staf Sekretariat DPRD Riau segera memperbaiki fasilitas pendingin ruangan tersebut.

"Kalau tak ada anggaran, biar saya yang tanggung biaya perbaikannya," kata Edi di tengah rapat.

Menurutnya, persoalan fasilitas dasar seperti AC semestinya tidak sampai mengganggu pelaksanaan rapat DPRD, apalagi rapat tersebut membahas persoalan penting menyangkut target dan potensi pendapatan daerah.

Sementara itu, terkait kelanjutan pembahasan target retribusi daerah tahun 2027, Edi meminta Dishub dan Disdik Riau segera menyampaikan data secara tertulis.

Data tersebut diperlukan Komisi III untuk melihat secara lebih jelas target maupun potensi retribusi yang dapat digali dari kedua organisasi perangkat daerah tersebut. ***