PEKANBARU – Kebutuhan keahlian spesifik di dunia kerja dijawab langsung oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau. Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK), puluhan warga dari berbagai kabupaten dan kota kini ditempa menjadi tenaga terampil di bidang peracik kopi (barista) serta pembuatan roti dan kue.
Program peningkatan kompetensi yang berpusat di Transito Pekanbaru ini mendapat pengawasan langsung dari pemerintah daerah. Kamis (17/9/2026), Kepala Disnakertrans Riau Roni Rahmat turun ke lokasi guna memastikan kelancaran proses pembelajaran.
"Pelatihan ini diikuti 26 peserta yang berasal dari 12 kabupaten atau kota se-Riau," jelas Roni Rahmat kepada GoRiau.com di sela-sela pemantauan tersebut.
Kegiatan pengembangan kapasitas sumber daya manusia ini didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan merupakan program Kemenaker RI tahun 2026. Peserta mendapatkan fasilitas pelatihan intensif dengan durasi waktu yang disesuaikan dengan materi. Kelas pembuatan roti dan kue dilangsungkan selama 18 hari, sementara kelas peracik kopi memakan waktu pelatihan hingga 23 hari.
Rekrutmen peserta dilakukan secara terpusat dengan memanfaatkan sistem pendaftaran melalui aplikasi Siap Kerja. Tidak sekadar menyerap ilmu teknis dari para instruktur, keahlian para peserta akan diuji secara formal pada akhir masa pelatihan. Seluruh peserta nantinya berhak mengantongi sertifikat uji kompetensi sebagai bukti sah penguasaan keterampilan teknis mereka.
Sertifikasi ini menjadi langkah penting untuk menjembatani angkatan kerja daerah dengan kebutuhan industri kuliner yang terus berkembang. Penguasaan keahlian praktis ini disiapkan sebagai modal bagi warga untuk bersaing memperebutkan posisi di dunia usaha maupun merintis bisnis secara mandiri.
"Kita harapkan dengan adanya pelatihan ini bisa menjadi bekal bagi para peserta dalam mencari kerja ke depannya," pungkasnya. ***


