PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Pemkab Pelalawan telah membentuk kelompok usaha pelayanan jasa alsintan (UPJA). Hal ini bertujuan untuk mendukung program, Kecamatan Kuala Kampar sebagai sentra penghasil padi di Kabupaten Pelalawan.

"Tujuannya melayani petani agar memiliki alat pertanian, sepeti mesin-mesin, hand traktor,"kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Ir Syah Fahlefi, Jumat (4/4/2014).

Dikatakan Fahlefi, pihak pertanian juga melakukan penanataan lahan agar lebih dapat dioptimalkan pengolahannya, seperti pembangunan parit untuk mendukung kelancaran air, agar padi yang ditanam supaya tidak mengalami kekeringan.  

Selain itu, untuk mendukung perkembangan padi di Kuala Kampar, Pemkab Pelalawan juga membangun balai benih pangan (BBP).

"Usaha ini supaya bibit unggul, varietas padi cekau Pelalawan asal Kuala Kampar ini dapat disimpan di gudang BBP dan dapat dimanfaatkan serentak saat menanamnya,"katanya.

Dijelaskanya, jika bibit padi itu sudah disediakan di BBP, petani tidak lagi khawatir kapan akan mulai menanam padi.

"Mereka bisa langsung berkerja, karena bibit  unggul itu telah disediakan, sebab Pemkab Pelalawan sudah menyediakan bibit, penangkar padi unggul lokal varietas unggul cekau dan karya. Di tanam dalam satu tahun dua kali panen,"terangnya.        

Masih kata Fahlefi, alasan Pemda Pelalawan menetapkan Kuala Kampar menjadi sentra padi Kabupaten Pelalawan, karena lahan tanaman pangan di Kabupaten Pelalawan seluas 9.000 hektare, 70 persen terdapat di Kecamatan Kuala Kampar, terutama di Pulau Mendol.

"Di Pulau Mendol ini terdapat Desa Teluk, Desa Teluk Bakau, Desa Teluk Beringin, Desa Sungai Upih, Desa Sungai Solok, Desa Tanjung Sum, Kelurahan Teluk Dalam,"ungkapnya.

Fahlefi menyebutkan, dari enam desa tersebut, Desa Sungai Upih, Desa Sungai Solok dan Desa Teluk Beringin, tiga desa ini terdapat lahan untuk dikembangkan tanaman padi.(rkn)