
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pembangunan area Water Front City yang akan membentang sepanjang 3 kilometer di bibir Sungai Siak tepatnya di lokasi Meranti Pandak, Rumbai Pesisir, terhambat. Pasalnya, sedikitnya ada 60 kuburan yang tersebar di sekitar lokasi proyek.
Jika proyek tetap dilaksanakan, maka 60 kuburan itu harus direlokasi ke tempat baru, baik oleh kontraktor atau dilakukan oleh keluarga pemilik kuburan. Jika tidak, rencana pembangunan Water Front City Pekanbaru tidak akan dilanjutkan.
Bakal gagalnya proyek Water Front City yang akan menjadi akses Jembatan Siak IV sekaligus sebagai lokasi wisata baru Pekanbaru itu, karena dana untuk ganti rugi pekuburan tersebut tidak dialokasikan pada anggaran pembebasan lahan.
Menurut Manajer Proyek Pembangunan Jembatan Siak IV, Satya Priambodo, kehadiran kuburan di lokasi Water Front City baru terdeteksi. Awalnya, tak ada yang tahu kalau di lokasi yang akan dibebaskan ada kuburan warga.
''Ada sekitar 60 kuburan yang ada di lokasi itu. Kita baru tahu. Kita sudah melakukan pembicaraan, tapi warga mematok harga yang terlalu tinggi, bahkan ada yang meminta Rp60 juta, ini tidak mungkin karena anggarannya tidak ada pada anggaran pembebasan lahan,'' ujarnya.
Besar kemungkinan, jika relokasi gagal dan masyarakat keberatan dengan anggaran pembebasan yang ditawarkan, maka akses jalan Siak IV yang juga menjadi Water Front City itu akan tidak terlaksana.
Namun Ketua Komisi C DPRD Riau, H Azis Zainal SH meminta agar kontraktor bisa menyelesaikan dengan jalan tengah. ''Manajer proyek bisa cincai-cincai lah sama warga. Harus ada pendekatan persuasif agar masyarakat bisa menerima,'' ujarnya. (nti)