
PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Puluhan karyawan PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) dari berbagai Estate yang tersebar di 5 Kabupaten di Riau ikuti kegiatan pelatihan Water Management. Pelatihan diperuntukkan bagi para karyawan yang menangani pengelolaan air di lahan gambut.
Irigation and Water Management Specialist PT RAPP, Ir Dedi Kusnadi Kalsim, yang juga sebagai nara sumber dalam pelatihan tersebut mengatakan, pelatihan bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang tata cara pengelolaan air yang baik bagi para karyawan.
Menurutnya, sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki PT RAPP harus terus ditempa melalui berbagai cara yang edukatif untuk meningkatkan kemampuan bekerja dalam mengelola lahan gambut.
"Pelatihan ini tentang bagaimana management air yang baik. Karena water management salah satu hal yang sangat penting," katanya, saat kegiatan pelatihan di Estate Pelalawan, Jumat (13/2/2015).
Dedi menjelaskan, lahan gambut berbeda dengan tanah mineral umumnya, lahan gambut memiliki cara tersendiri dalam pengelolaannya. Pasalnya, sekitar 90 persen tanah gambut merupakan kandungan air dan 10 persennya merupakan padatan dan pori atau udara.
"Tentunya hal ini diperlukan sistem pengelolaan air yang tepat dalam pemanfaatannya,'' jelasnya.
Pemanfaatan yang tepat, lanjut Dedi, hanya bisa dilakukan jika setiap individu karyawan memiliki ilmu yang tepat juga dalam mengelola lahan gambut dan dengan cara yang tepat.
"Setiap karyawan harus menerapkan cara yang tepat dalam mengelola air di lahan gambut. Sehingga ketinggian air muka tanah bisa tetap terjaga tanpa merusak ekosistem yang ada di sekitarnya,'' terangnya.
Disampaikan Dedi, pelatihan Water Management ini diselenggarakan dalam rangka memaksimalkan penerapan pengelolaan lahan gambut melalui pengelolaan air yang sudah diterapkan oleh perusahaan selama ini.
''Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, implementasi pengelolaan lahan gambut dapat terus disempurnakan melalui tenaga kerja yang handal dan profesional,'' ujarnya.
Salah seorang peserta pelatihan, Qorry Isnaini Rahmah (28), mengakui dengan adanya pelatihan tersebut banyak mendapatkan ilmu baru yang akan diterapkan dalam pekerjaannya sehari-hari.
"Banyak yang dipelajari di pelatihan ini. Kalau selama ini bekerja dengan sistem manual, maka dari pelatihan ini kita belajar dengan sistem komputerisasi," ungkapnya.
Diungkapkan Qorry, dalam kegiatan pelatihan juga diajari bagaimana bekerja dengan sistem komputerisasi. Banyak ilmu baru yang diperoleh untuk diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
"Selama beberapa hari ini, kita diajari mengenai bagaimana menginput data ke komputer dan tentang cara pengolahan data. Banyak ilmu baru diperoleh, karena apa yang kita peroleh ini benar-benar ilmu baru," tutupnya.
Pelatihan Water Management tersebut melibatkan sekitar 50 karyawan PT RAPP yang berada di unit Riaufiber yang dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok akan diberikan pelatihan selama satu minggu.
Kelompok pertama telah memulai training pada Jumat (6/2) dan akan berakhir pada Sabtu (14/2). Sementara kelompok kedua akan dimulai pada Jumat (20/2) hingga Sabtu (28/2). Sementara untuk kelompok terakhir akan dimulai pada Jumat (6/3) dan berakhir Sabtu (14/3).(***)