
RENGAT, GORIAU.COM - Sedikitnya 30 rumah warga Desa Pasir Kemilu (Paskem), Kecamatan Rengat, terendam akibat luapan Sungai Indragiri. Ketingian air mencapai 15 cm diatas permukaan tanah akibat curah hujan tinggi terus menerus.
Rosmita (37), warga Paskem yang rumahnya telah terendam banjir setinggi mata kaki orang dewasa mengatakan, air sudah masuk ke dalam rumah sejak satu pekan terakhir. Namun ia dan suaminya tidak mengungsi dan memilih membuat jamban didalam rumah.
''Sudah satu minggu ini air masuk dalam rumah sehingga saya tidak bisa masak karena dapur juga sudah terendam. Untuk sementara kami masih tetap bertahan saja di rumah dengan membuat jamban,'' kata Rosmita didampingi suaminya Rosa (38).
Rosmita mengaku rumahnya kerap digenangi air saat Sungai Indragiri meluap sehingga ia dan warga lainnya telah terbiasa dengan kondisi tersebut. Meski demikian, ia berharap banjir cepat surut agar aktivitasnya dapat berjalan normal seperti biasa.
Hal senada juga diungkapkan Sarmiati (32), warga Desa Paskem lainnya. Ia mengungkapkan bahwa air sudah masuk rumahnya sejak empat hari lalu. Ia dan keluarga juga tetap bertahan di rumah karena sudah membuat jamban.
Kepala Desa Paskem, H Zairial Ahmad mengungkapkan bahwa desanya merupakan salah satu langganan banjir jika air Sungai Indragiri meluap. Banjir sudah terjadi sejak sebulan lalu.
''Dari data yang kami himpun, jumlah rumah warga di Desa Paskem yang terendam banjir sebanyak 30 rumah. Umumnya berada persis di pinggiran Sungai Indragiri. Banjir ini diperkirakan akibat limpahan air dari hulu sungai yang sudah mulai surut,'' ujar Zairial.
Pensiunan PNS Pemkab Inhu ini menambahkan, sampai Kamis (15/11/2012), belum ada tanda-tanda banjir yang melanda Desa Paskem akan surut. Bahkan banjir terus meningkat jika curah hujan semakin tinggi. ''Sebelumnya luapan air belum sampai bibir jalan, tetapi hari ini sudah sampai bibir jalan. Ini menandakan air terus naik,'' katanya.
Zairial mengungkapkan pihaknya telah melaporkan kondisi banjir di Desa Paskem tersebut kepada pihak terkait mulai dari Kecamatan Rengat, Badan Kesbangpolinmas dan Penanggulangan Bencana Inhu serta Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Inhu. (wsr)