
PONTIANAK - Empat belas unit kapal karam akibat cuaca buruk di perairan Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat ( Kalbar), pada Selasa (14/7/2021) hingga Rabu pagi.
Tujuh orang dikabarkan tewas akibat musibah tersebut. Sebanyak 49 orang lainnya belum ditemukan dan masih dalam pencarian Tim SAR gabungan.
Dikutip dari Suara.com, Tim SAR bersama Lanud Supadio Pontianak menerjukan helikopter Super Puma untuk mencari para korban yang belum ditemukan.
''Kami dari Basarnas Kalbar, Rabu (14/7) mendapat laporan terjadi kecelakaan yang menimpa 14 KM nelayan di tiga lokasi secara bersamaan kemarin karena dampak cuaca buruk, yang mengakibatkan 56 orang ABK hilang, tujuh di antaranya ditemukan meninggal dan 81 ABK selamat,'' ujar Kepala Kantor Search and Rescue (SAR) Pontianak Yopi Haryadi dalam keterangan tertulis, Jumat (16/7/2021).
Dia mengatakan, kapal yang tenggelam di perairan Muara Jungkat sebanyak 9 KM (kapal motor), di Muara Kubu 2 KM, dan di Muara Pemangkat 3 KM. Dari 14 kapal itu, 12 kapal merupakan kapal ikan dan dua kapal lain merupakan kapal tugboat.
Terkibu, Heli Superpuma, dikerahkan untuk melakukan pencarian via udara dengan daerah penyisiran seluas 100 nautical mile untuk mempercepat penemuan korban.
''Penambahan dari unsur udara dalam pencarian kali ini untuk mempercepat penemuan korban (anak buah kapal) yang tenggelam sejak Selasa malam,'' sambung Yopi.
Sementara itu, kata dia, pencarian di air dilakukan empat sektor seluas 1.360 nautical mile dengan mengerahkan sebanyak 15 kapal pencarian dari berbagai instansi atau Tim SAR gabungan.***