
TELUKKUANTAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melancarkan operasinya pada Senin (29/6/2026) pagi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Sekitar pukul 06.00 WIB, KPK membagi tim mendatangi sejumlah tempat, mulai dari kediaman Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Ketua DPRD dan Kepala Dinas Pendidikan.
Rumah dinas Sekda Kuansing berada tepat di belakang rumah dinas Wakil Bupati Kuansing. Di sana juga terdapat rumah dinas Kapolres, Kajari dan Dandim. Kompleks ini tepatnya berada di Jalan Abdoer Rauf, Telukkuantan.
Informasi yang dirangkum GoRiau.com, ketika KPK mendatangi rumah dinas tersebut, tidak ditemukan Sekda Kuansing Zulkarnain. Di dalam rumah hanya ada istri beserta ajudannya. Namun, KPK menemukan perangkat elektronik milik Zulkarnain.
Tidak lama kemudian, tim KPK yang lain datang dengan membawa Kepala Dinas Pendidikan Kuansing, Herizon. Herizon merupakan adik kandung dari Suhardiman Amby. Dia datang hanya mengenakan baju tidur.
Selang beberapa jam, KPK juga membawa Wakil Bupati Muklisin ke rumah dinas Sekda Kuansing. Dia dijemput dari rumahnya yang berada di Desa Kuantan Sako, Kecamatan Logas Tanah Darat, dengan jarak 50 Km dari Telukkuantan. Muklisin memang mendapatkan fasilitas rumah dinas, bertetangga dengan rumah dinas Sekda. Namun, dia tidak tidur di situ. Muklisin tetap pulang ke rumah pribadinya dengan jarak tempuh 1,5 jam.
Rumah dinas Sekda dijadikan tempat pemeriksaan oleh KPK. Sumber GoRiau.com menyebutkan, adapun orang-orang yang diperiksa adalah Wabup Muklisin, Kepala Disdik Kuansing Herizon dan pihak swasta A.
12 Jam Sebelumnya

Bupati Kuansing Suhardiman Amby dilantik sebagai Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Riau. Dia dilantik langsung oleh Ketua PPM Pusat, Patriani Pramita Mulia pada Ahad (28/6/2026) malam di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kuansing.
Sejumlah sumber menyebutkan, saat itu Suhardiman sudah mengetahui adanya pergerakan KPK. Rawut wajahnya tidak ceria, seperti biasa.
Begitu pun dengan Sekda Kuansing Zulkarnain. Dia tahu menjadi target operasi KPK. Usai kegiatan pelantikan, Suhardiman memanggil Zulkarnain ke rumah dinasnya. Rumah dinas bupati dan pendopo berada di perempatan Jalan Proklamasi, Telukkuantan.
Mengetahui menjadi target operasi, Zulkarnain berniat untuk menyerahkan diri ke KPK. Namun, tidak jadi setelah bertemu dengan Suhardiman. Pertemuan Suhardiman dan Zulkarnain berakhir pukul 02.00 WIB. Mereka membubarkan diri. Sekda pulang, Suhardiman dikabarkan juga pergi.
Menghilang Sebelum Fajar, Lolos dari Sergapan KPK
Senin (29/6/2026) pagi, seharusnya apel pagi diambil oleh Sekda Zulkarnain. ASN Kuansing sudah berbaris di lapangan upacara Komplek Pemda Kuansing. Namun, Zulkarnain tak kunjung datang.
Beberapa orang pejabat mencoba menghubungi Zulkarnain, tapi Hp-nya tidak aktif. Mereka juga menghubungi ajudan Zulkarnain, nomornya aktif, tapi tidak diangkat.
Sejak saat itu, informasi mengenai operasi KPK mulai ramai menjadi perbincangan di kalangan ASN Kuansing. Apalagi, penjagaan rumah Sekda diperketat.
KPK diperkirakan menggerebek rumah Sekda pada pukul 06.00 WIB. Namun, Zulkarnain sudah melarikan diri. Lolos dari sergapan KPK. Yang ada hanya istrinya beserta para ajudan.
Begitu juga dengan Suhardiman. Ketika KPK sampai di kediamannya di Desa Pulaupanjang, Kecamatan Inuman, Suhardiman tidak ditemukan. KPK hanya memenukan istri kedua SC. Usai digeledah, rumah Suhardiman disegel KPK. Sedangkan istrinya dibawa ke Polres dan kini sudah berada di Jakarta.
Adapun orang-orang yang diamankan KPK dan dibawa ke Jakarta yakni F, DA, SC, A, Sw, dan J. Mereka terdiri atas pejabat, pengusaha, kontraktor dan istri kedua Suhardiman.***