PEKANBARU, GORIAU.COM - Kementerian Kesehatan terus berupaya meningkatkan penanganan kesehatan terhadap masyarakat yang menjadi korban kabut asap di Riau. Menteri Kesehatan Nila F Moelok telah mengirim tim medis yang terdiri dari 10 orang dokter dan 5 orang perawat ke Provinsi Riau, guna membantu pelayanan kesehatan terhadap korban kabut asap.

Informasi yang diperoleh GoRiau.com, Kementerian Kesehatan pada tanggal 9 Oktober lalu mengirim 10 orang dokter ahli dan 5 perawat ke Provinsi Riau dari RSUP Adam Malik Medan dan Fatmawati Jakarta serta tim dokter dari Sumatera Barat, guna membantu penanganan pasien korban terpapar asap.

Hal tersebut dibenarkan Andra Sjafril Kadiskes Provinsi Riau, Selasa (13/10/2015) pagi.

"Memang benar kita sudah menempatkan para tim medis yang dikirim sama ibu menteri, mulai hari minggu kemarin tim Dokter dari RSUP Fatmawati Jakarta, yang terdiri dari Dokter Sepesialis penyakit dalam dan paru, sudah melayani pengobatan gratis di Posko Kesehatan Ramayana," ungkap Andra, kepada GoRiau.com.

Menurut Andra, di hari yang sama tim medis dari RSUD M Jamil Padang, juga melakukan pengobatan di Kampar, namun dia mengaku tidak tahu lokasi persisnya.

"Iya di hari yang sama tim medis dari Medan juga sudah diturunkan ke Kerinci, Pelalawan, sedangkan tim dari RSUP Adam Malik melakukan kegiatan serupa di Jalan Garuda Sakti Panam bersama PKK Provinsi Riau," tambahnya.

Masih menurut Andra Sjafril, sebagian tim dokter pada Senin (12/10/2015) juga dikerahkan ke Siberida, Inhu, untuk membantu dan melayani kesehatan di Manggala Agni. Namun Andra tidak menjelaskan secara rinci, dalam setiap tim ada berapa orang yang bertugas.

Adapun 10 dokter yang sudah bekerja di Riau merupakan dokter spesialis paru-paru, penyakit dalam, dan spesialis lainnya.

Sementara itu di Kantor Kemenkopolhukam, Senin, 12 Oktober 2015, Nila F Moelok menyebutkan, Kementerian Kesehatan fokus pada bahaya asap bagi kesehatan serta mengurangi risiko kepada bayi, ibu hamil, orang tua yang berisiko tinggi, dan orang dengan penyakit asma dan paru-paru kronis.

"Kami menyiapkan layanan kesehatan 24 jam, berkoordinasi dengan lintas sektor maupun jajaran kesehatan di tingkat provinsi, kabupaten dan kota," ujar Nila.

Menurut Nila Moelok, pemerintah telah mengirimkan tambahan poster, leaflet dan film untuk disiarkan baik di televisi lokal maupun radio lokal dan mengirimkan mobil unit kesehatan keliling. Untuk mengurangi dampak asap bagi anak-anak, pemerintah membentuk tim terpadu melaksanakan pendampingan ke provinsi dan kabupaten yang terpapar kabut asap.(dnl)