TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Sedikitnya 26 warga Pungkat telah dievakuasi atas kerjasama Masyarakat Peduli Indragiri Hilir (MPI) bersama warga Desa Pungkat, Kecamatan Gaung dari tempat persembunyian mereka. Dari 26 warga yang dievakuasi tersebut, satu diantaranya adalah bayi berumur 6 bulan, Sabtu (16/8/2014).

Tindakan yang diambil MPI ini bentuk dari kekecawaan terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil yang tidak mengindahkan permintaan MPI untuk memfasilitasi penjemputan warga yang masih berada di tempat persembunyian.

''Semalam kita sudah minta Pemkab untuk memfasilitasi penjemputan warga yang masih bersembunyi di hutan, namun nyatanya hari ini tim dari Pemkab yang turun ke Desa Pungkat tidak melakukan itu. Jadi kita yang jemput,'' kata salah satu MPI, Tengku Suhendri atau yang akrab disapa Comel.

Penjemputan 26 warga itu, terdiri dari 18 yang dijemput dari hutan di Kecamatan Gaung dan 8 dari perbatasan Inhil dan Inhu.

''Yang dari hutan kita jemput menggunakan pompong, dan dari perbatasan menggunakan mobil,'' kata Comel lagi.

Ia juga mengatakan masih ada sebagian warga yang saat ini masih bersembunyi di hutan, yang tidak diketahui berapa jumlahnya.

''Kita sangat menyayangkan sikap Pemkab, padahal sudah diminta memfasilitasi dan mendirikan posko untuk pengobatan mental warga Pungkat tapi hanya melakukan kunjungan saja,'' sebut dia.

Padahal dikatakan dia, kondisi masyarakat saat ini sangat membutuhkan terapi untuk menghilangkan trauma selama berada di hutan apalagi diantaranya terdapat bayi dan anak dibawah lima tahun saat proses evakuasi.(ayu)