GAZA, GORIAU.COM - Israel terus melancarkan serangan udara di wilayah Jalur Gaza. Korban jiwa pun kembali berjatuhan. Tujuh orang tewas akibat rentetan serangan pada Selasa dini hari waktu setempat, termasuk lima orang yang berasal dari satu keluarga. Lima orang satu keluarga itu tewas setelah rumahnya diroket Israel.

Demikian disampaikan juru bicara dinas urusan darurat Gaza Ashraf al-Qudra seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (22/7/2014). Dengan korban jiwa terbaru ini berarti sejauh ini, sudah 583 warga Palestina tewas sejak Israel memulai operasi militernya pada 8 Juli lalu.

Dijelaskan Qudra, serangan Israel di Deir el-Balah, Gaza tengah menewaskan satu keluarga yang terdiri dari lima orang. Empat di antaranya adalah wanita. Satu orang lainnya tewas dalam serangan di Nusseirat dan satu lagi tewas di kota Khan Yunis, Gaza selatan.

Menurut paramedis, banyak korban tewas akibat bombardir Israel adalah wanita dan anak-anak. Sementara di pihak Israel, 27 tentara dan 2 warga sipil telah tewas selama konflik Gaza ini.

Israel mengklaim operasi militer yang diberi nama Operation Protective Edge yang dilancarkan sejak 8 Juli tersebut, bertujuan menghentikan serangan-serangan roket yang dilancarkan kelompok Hamas dari Gaza.

Sejak operasi tersebut dimulai, menurut militer Israel, para militan Palestina telah menembakkan lebih dari 1.570 roket dan mortir ke wilayah Israel. Sementara sekitar 396 roket berhasil dijatuhkan dengan sistem antirudal canggih milik Israel, iron dome.***