JAKARTA, GORIAU.COM - Puluhan ribu akun palsu atau biasa disebut akun robot bermunculan di media sosial pada masa kampanye Pemilu Presiden 2014. Direktur Indeks Digital, Jimmi Kembaren, Sabtu, 21 Juni 2014, mengatakan jumlah akun robot yang bermunculan berbeda setiap harinya.

Puncaknya terjadi pada 19 Juni, mencapai 27.164 akun robot. "Pada 18 Juni 23.629. Pada tanggal 19 Juni kemarin jumlahnya sampai 27 ribu,'' ujarnya dalam diskusi ''Perang Media Sosial'' di Jakarta.

Jimmi menjelaskan setiap akun robot di media sosial dapat menuliskan tema yang berbeda. Ada akun yang mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK. Namun, tidak sedikit pula yang menjelek-jelekkan calon pemimpin bangsa itu.

''Robot itu bukan hanya bisa retweet loh, mereka juga bisa nge-tweet, bisa nge-share juga. Jadi kapan pun mereka mau membuat tranding topik bisa dengan robot-robot tadi, karena itu program komputer yang teksnya bisa secara otomatis,'' jelasnya.

Menurut Jimmi, keberadaan akun robot sangat mempengaruhi pandangan politik publik. Sebab akun itu bisa membentuk opini. Akun ini, kata dia, sekilas susah dibedakan karena dia juga mempunyai biodata. ''Kalau dia buat minggu lalu tapi tweet-nya sudah puluhan ribu itu berarti robot,'' ujar dia. ***