JAKARTA, GORIAU.COM - Kedua calon presiden dan wakilnya tadi malam telah melewati 'ujian' dari kalangan pengusaha yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Para calon tersebut memaparkan visi misi dan garis besar program ekonomi

Direktur Utama Vale Indonesia Tbk Nico Kanter menilai, dialog yang berlangsung 3 jam itu cukup memuaskan. Sebab kedua calon menunjukkan sikap yang pro akan dunia usaha.

''Saya cuma melihat dari dinamika dan dari apa kelihatannya baiklah. Kedua calon terbuka terhadap investor dan sangat pro terhadap dunia usaha,'' ujar bos perusahaan tambang ini di Djakarta Theater, Jakarta, Jumat malam (20/6/2014)

Khusus untuk permasalahan yang menghambat investasi, baik pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla berjanji akan menyelesaikannya. Meskipun, menurutnya pasangan nomor dua lebih rinci dalam menjelaskan langkah-langkahnya.

"Kalau melihat apa yang disampaikan, kelihatan sesuatu yang reasonable, karena tadi apalagi lihat yang kedua (pasangan nomor dua) lebih detail dalam pembahasan. Jadi kelihatan sesuatu yang memang mereka mengidentifikasi problem-problem yang memang ada pada stakeholder," paparnya.

Pasangan Jokowi-JK memang menitikberatkan pembangunan ekonomi pada 3 hal. Pertama pembangunan sumber daya manusia yang terkait dengan daya saing, dorongan pembangunan infrastruktur yang cepat dan merata, serta penyelesaian regulasi yang tumpang tindih.

Di samping itu, untuk sektor pertambangan, Nico tidak melihat ada keraguan kedua calon melanjutkan hilirisasi mineral. Karena produk dengan nilai tambah yang memapu mendorong pertumbuhan ekonomi yang semakin berkualitas.

Bahkan menurutnya, JK menekankan soal dampak buruk yang dialami negara, bila kebijakan dihentikan. ''Tadi sudah disampaikan juga oleh calon bahwa kita harus ada value added (nilai tambah), jadi kelihatannya juga ditekankan lagi oleh pak JK , bahwa itu sudah mesti dilakukan. Kan kita tidak mau tanah air kita dirusak begitu dan diekspor dalam bentuk mentah saja," kata Niko.

''Jadi kalau dilihat itu kebijakan yang sudah diambil pemerintah sekarang ya mudah-mudahan akan berlanjut. Kan kita perlu satu kebijakan yang konsisten. Karena itu akan membantu dalam jangka panjang,'' tutupnya. ***