KUALALUMPUR, GORIAU.COM - Pouria Nour Mohammad Mehrdad, merupakan salah seorang pengguna paspor palsu di pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang. Remaja asal Iran berusia 19 tahun itu sudah ditunggu ibunya di Jerman.

Inspektur Jenderal Kepolisian Malaysia Tan Sri Khalid Abu Bakar mengatakan pada para wartawan seperti dilansir New Straits Times, Selasa (11/3/2014), remaja Iran itu diyakini berencana masuk ke Jerman untuk mencari suaka.Dikatakan Khalid, ibu remaja tersebut telah menunggu kedatangan putranya di Frankfurt, Jerman. Wanita itu telah menghubungi kepolisian karena putranya itu tak kunjung tiba di Frankfurt. Menurut Khalid, sang ibu tahu bahwa putranya itu menggunakan paspor palsu.Disampaikan Khalid, sang ibu telah menghubungi otoritas Malaysia karena khawatir setelah putranya tidak juga menghubungi dirinya. Khalid menegaskan, hasil penyelidikan menunjukkan bahwa remaja Iran itu diyakini bersih atau tidak terlibat kelompok teroris manapun.Khalid menambahkan, para penyelidik saat ini tidak mengesampingkan kemungkinan apapun, termasuk pembajakan, sabotase ataupun motif pribadi dari kru maupun penumpang pesawat.Pouria Nour datang ke Malaysia pada 28 Februari lalu dan bertolak meninggalkan Kuala Lumpur pada 8 Maret dengan menaiki pesawat MAS MH370, yang hingga kini belum diketahui keberadaannya."Kami mengidentifikasi dia lewat data biometrik yang diambil dari dia saat pertama kali masuk ke negara ini. Dia menggunakan visa kunjungan sosial 90 hari. Dia akan pindah ke Jerman," tutur Khalid seperti dilansir The Malaysian Insider, Selasa (11/3/2014).Menurut rencana, Pouria Nour dijadwalkan terbang ke Frankfurt pada Sabtu (8/3/2014) malam lalu setelah pesawat transit di Beijing, China.Pengguna Paspor Curian LainInterpol juga telah mengumumkan penumpang kedua Malaysia Airlines MH 370 yang memakai paspor curian milik Luigi Maraldi (WN Italia). Dia adalah warga negara Iran bernama Delavar Seyed Mohammad Madreza (29).Diberitakan Straits Times, Selasa (11/3/2014), pengumuman ini disampaikan oleh Sekjen Interpol Ronald Noble Interpol. Dia memastikan pria tersebut adalah pemakai paspor curian Luigi bersama dengan Pouria Nour Mohammad Mehrdad (19) yang menggunakan paspor milik Christian Kozel (WN Austria).Menurut Interpol, keduanya datang ke Malaysia menggunakan paspor Iran, lalu terbang ke Eropa dengan Malaysia Airlines menggunakan paspor curian."Semakin banyak informasi yang kami dapat, semakin mengarah ke kesimpulan kalau ini bukan insiden teroris," ujar Ronald Noble.***