JAKARTA, GORIAU.COM - Aksi blusukan yang dilakukan Capres Prabowo Subianto, Jumat (20/06/2014) kemarin, menarik perhatian Direktur Eksekutif Populi Center, Nico Harjanto. Nico menilai, aksi tersebut tak lebih dari sekedar upaya pencitraan semata, bukan untuk mendengar dan menampung keluh-kesah warga. Terlebih, Prabowo baru terlihat melakukan blusukan ke pasar menjelang Pemilihan Presiden 2014 pada 9 Juli mendatang.

''Saya kira hal-hal yang sifatnya tidak umum untuk dilakukan, ya pencitraan. Karena kan sebelumnya jarang sekali dia ada agenda turun pasar-pasar seperti itu,'' kata Nico di Jakarta, Sabtu (21/6/2014) siang.

Nico juga tak sepakat dengan pihak Prabowo yang mengklaim blusukan yang dilakukan oleh Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu sudah sering dilakukan sejak dulu. Menurutnya, ketidakbisaan dan ketidakbiasaan Prabowo blusukan sangat terlihat dari cara kunjungannya ke pasar yang terkesan buru-buru. Seperti diketahui, blusukan yang dilakukan Prabowo kemarin hanya berlangsung sekitar 15 menit saja.

''Kemarin di Tanah Abang tiba-tiba dia kabur karena tidak biasa di kerumunan, meninggalkan warga dengan mengunakan ojek. Tidak sempat mampir dan beli apa-apa lagi. Jelas dia tidak biasa dengan kerumunan dan takut terancam lama-lama berada di sana,'' jelasnya.

Hal tersebut, lanjut dia, berbanding terbalik dengan yang ditunjukkan Capres nomor urut 2, Joko Widodo. Menurutnya, blusukan sudah menjadi kebiasaan Gubernur DKI Jakarta non-aktif itu sehingga dia betah lama-lama melakukanya. ***