JAKARTA, GORIAU.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) tadi malam menggelar debat kedua calon presiden dengan tema pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Pengamat kebijakan ekonomi dari Perkumpulan Prakarsa, Wiko Saputra menilai Prabowo Subianto lebih fasih bicara angka.
''Pak Prabowo lebih fasih dalam mengutip angka-angka, sementara Pak Jokowi relatif lebih normatif,'' ujarnya saat dihubungi Tempo sebagaimana dikutip GoRiau.com pada Ahad, 15 Juni 2014.
Dalam debat yang digelar di Hotel Gran Melia itu, Prabowo memang lebih banyak menyebut angka-angka dalam debatnya. Misalnya, saat ia memaparkan misinya untuk membangun 2 juta hektare lahan pertanian baru dan 2 juta hektare lain untuk produksi etanol sehingga dapat mempekerjakan 24 juta orang dalam lima tahun.
''Pak Jokowi hampir tidak pernah menyebut angka,'' ujarnya. Selain itu, dalam berdebat, Wiko menilai gaya Prabowo lebih matang. ''Orasi-orasinya lebih menggelegar, sementara Pak Jokowi lebih kalem,'' katanya. Selain itu, menurut Wiko, kedua calon presiden sama-sama berfokus pada ekonomi kerakyatan. ***



