SAAT meluncurkan BlackBerry 10, BlackBerry juga memperkenalkan dua ponsel dengan sistem operasi tersebut: BlackBerry Z10 dan Q10. Dua ponsel yang kemungkinan besar akan dibanderol mahal di kisaran Rp 7 juta ini akan dirilis pada Maret dan Juni 2013.
Yang jadi pertanyaan, kapan BlackBerry akan meluncurkan perangkat BlackBerry 10 dengan harga murah?
''Kami (BlackBerry 10) tak akan memasuki segmen entry-level untuk beberapa lama, yang jelas bukan tahun ini,'' ungkap Managing Director BlackBerry Eropa Stephen Bates.
CEO BlackBerry Thorsten Heins pun mengeluarkan pernyataan yang seakan mengamini ucapan koleganya tersebut.
Heins mengatakan ingin melihat ''portofolio produk BlackBerry 10'', selain BlackBerry Z10 dan BlackBerry Q10 dengan keyboard QWERTY fisik, termasuk di dalamnya ''perangkat mid-tier'' dan juga ''perangkat entry-level'' di beberapa pasar.
Namun, menghadirkan ponsel BB 10 dengan harga yang murah dalam waktu dekat masih belum memungkinkan.
Nah, apa akal BlackBerry agar perangkat BB 10 dengan harga yang terjangkau dapat segera tersedia?
''Kami menuju penjualan lisensi (untuk perangkat berbiaya murah),'' kata Heins.
pada kesempatan yang sama. "Ini pertanyaan dari model bisnis dan waktu untuk memicu sebuah keputusan, jika dan kapan Anda harus melakukan hal ini."
Jadi, untuk menghadirkan ponsel BB 10 dengan harga murah, BlackBerry akan mempersilakan produsen lain untuk memproduksi perangkat hardware-nya dan membeli lisensi perangkat lunaknya dari BlackBerry.
Kabar produsen ponsel BlackBerry ini akan membuka lisensi sistem operasi BB 10 untuk dipakai di produsen lain sebenarnya sudah santer terdengar. Sebelum peluncuran BB 10 pada 30 Januari lalu, Heins pun sempat menyatakan kemungkinan rencana penjualan lisensi ini.
Jadi bersiaplah melihat ponsel-ponsel murah dengan merek Acer, Asus, HTC, Huawei, atau Lenovo yang menggunakan sistem operasi BB 10 dan tentu saja mempunyai fitur BlackBerry Messenger.
Untuk BlackBerry, ini merupakan kali pertama mereka melepaskan lisensi sistem operasinya. Dapat menjadi sesuatu yang positif jika hal ini memperluas penggunaan BB 10. Namun, hal itu bisa juga menjadi negatif karena tentu akan mengurangi porsi penjualan perangkat BB 10 buatannya sendiri.
Strategi yang dilakukan BlackBerry ini mirip yang dilakukan Google dengan Android-nya dan sudah terbukti sukses. Apakah BlackBerry akan sesukses Android?(kpc)


