JAKARTA, GORIAU.COM - Setelah Jokowi mendeklarasikan diri sebagai calon presiden dari PDIP, banyak kalangan mulai mereka tokoh yang layak menjadi calon wakil presiden untuk mendampingi Jokowi. Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menilai, ada 8 tokoh sebagai pendamping Jokowi.
Boni melihatnya melalui tujuh aspek, yakni kesamaan visi-misi, rekam jejak bersih, tegas dan berani, pekerja keras, tidak menjadi tokoh dominan terhadap Jokowi, mendapat dukungan publik, dan terakhir mendapat dukungan dari Jokowi sendiri.Tokoh pertama yang dinilai Boni cocok mendampingi Jokowi adalah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad. Menurutnya, Abraham merupakan tokoh yang bersih dan jujur. Abraham juga dinilainya sebagai tokoh yang tegas dan berani."Sudah terbukti Abraham sukses memimpin KPK, satu-satunya kekurangan Abraham adalah dia tidak mempunyai partai politik," kata Boni dalam diskusi bertajuk 'Siapa Figur Ideal Pendamping Jokowi' di Gallery Cafe, Cikini, Jakarta, Kamis (20/3/2014).Tokoh kedua yang dinilai pantas adalah Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Boni menilai Nasdem sebagai tokoh yang nasionalis dan mempunyai visi kedepan. Hanya, Boni khawatir dengan senioritasnya di dunia politik, Surya akan bersikap dominan jika menjadi cawapres Jokowi."Bukan tidak mungkin nanti justru Surya yang akan memegang kendali," ujar dia.Tokoh ketiga adalah Mantan Menteri Koordinator Perekonomian, Rizal Ramli. Menurutnya, Rizal adalah tokoh pejuang yang setia mengkritisi pemerintahan. Rizal selama bertahun-tahun, kata dia, telah menjadi oposisi pemerintah meskipun tanpa partai."Dan dia sekarang juga sudah menyatakan siap maju dengan ikut konvensi rakyat," ujar Boni.Tokoh keempat, calon Presiden Konvensi Demokrat Ali Masykur Musa. Menurutnya, Ali adalah tokoh muda Nahdlatul Ulama yang menyerupai Presiden keempat Indonesia Abdurrahman Wahid (Gus Dur)."Pluralitasnya tidak perlu diragukan lagi, hanya sayangnya dia kurang mempunyai popularitas," jelas Boni.Tokoh kelima adalah calon wakil presiden dari Partai Hanura Harry Tanoesoedibjo. Menurut Boni, Harry adalah tokoh pengusaha yang cukup sukses di usianya yang masih muda. Kemungkinan Harry untuk lepas dari Hanura dan pasangan presidennya Wiranto, kata dia, juga masih cukup besar."Dia ini kan baru masuk Hanura, tidak benar-benar ada pada posisi penting disana. Meskipun uangnya Hanura kemungkinan dari dia," ujarnya.Selanjutnya, calon Presiden Partai Kebangkita Bangsa Mahfud MD. Mahfud dinilainya sebagai sosok yang bersih jika melihat rekam jejaknya ketika menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). "Tapi sayangnya sampai saat ini dia juga masih belum punya parpol," kata Boni.Tokoh ketujuh, Jenderal (purn) TNI Ryamizard Ryacudu. Menurut Boni, Ryamizard adalah tokoh yang tegas dan memiliki rekam jejak yang baik sebagai tokoh militer. "Ini akan menjadi perpaduan yang pas kalau ingin memasangkan Jokowi yang sipil dengan militer," tambah Boni.Tokoh terakhir adalah calon Presiden PKB Jusuf Kalla. Boni mengatakan, sosok Kalla saat ini memang banyak disebut-sebut sebagai sosok potensial untuk mendampingi Jokowi. Namun, Boni juga menghawatirkan bahwa sosok Kalla yang sudah senior justru akan membuatnya bersikap dominan terhadap Jokowi."Belum lagi, dia ini kan pengusaha, punya usaha macam-macam, nantinya justru takut akan conflict of interest," pungkas Boni.***

