SURABAYA - Sedikitnya 13.000 apartur sipil negara (ASN) akan hadir dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-44 KORPRI tahun 2015 yang akan diselenggarakan, Senin (30/11/2015) di Lapangan Kodam V Brawijaya, Surabaya, Jawa Timur.
Peringatan ini terasa istimewa karena telah diterbitkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), KORPRI yang merupakan sebuah organisasi besar yang beranggotakan 4,517 juta Pegawai Negeri Sipil, akan bertransformasi menjadi Korps Profesi Aparatur Sipil Negara Republik Indonesia. Berbagai tantangan masa depan yang semakin kompleks dan dinamis, sudah menunggu di depan mata.
Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, dibutuhkan Aparatur Sipil Negara yang tangguh dan profesional. Karena itu KORPRI sebagai sebuah organisasi profesi yang mewadahi para pegawai ASN, harus mampu menjadi motor penggerak untuk melakukan percepatan reformasi birokrasi menuju terwujudnya birokrasi yang bersih dan akuntabel, efektif dan efisien, serta memiliki pelayanan publik yang berkualitas.
Penentuan Kota Surabaya menjadi tuan rumah sejalan dengan peringatan Hari Pahlawan pada tanggal 10 November 2015 yang dipusatkan di Surabaya. Harapannya, dari Kota Pahlawan ada inspirasi panggilan Patriotik kepada segenap anggota Korpri untuk menjadi Pahlawan dalam berbagai pelaksanaan tugas saat ini dan dimasa yang akan datang. Kegiatan yang dipusatkan di daerah ini juga menjadi tonggak bahwa peringatan HUT KORPRI setiap tahunnya ke depan, akan diselenggarakan secara bergiliran di daerah. Dalam perspektif pemerintahan di era otonomi daerah, hal ini akan lebih mendekatkan tata hubungan kerja pemerintah pusat dan daerah.
Pada Upacara Peringatan HUT ke-44 Korpri Tingkat Nasional di Surabaya tersebut, yang akan bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Wakil Presiden RI, Bapak M. Jusuf Kalla. Sedang Komandan Upacaranya adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Sedianya Bapak Presiden akan menghadirinya secara langsung, namun pada waktu yang sama beliau tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke Perancis untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi PBB tentang Perubahan Iklim. Kehadiran Presiden RI di Paris tersebut sekaligus menunjukkan empati dan perhatian Indonesia kepada masyarakat Perancis yang belum lama ini terkena musibah serangan terorisme yang merenggut ratusan jiwa dan korban terluka.
Peserta upacara yang akan hadir pada waktunya mencapai 13.000, yakni anggota KORPRI dari lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kabupaten/Kota se Jawa Timur, Dewan Pengurs KORPRI Nasional, serta perwakilan dari Dewan Pengurus KORPRI Provinsi se Indonesia. Undangan yang diharapkan hadir mencapai 3.000 orang dari jajaran pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, tokoh agama, seniman dan budayawan, insan jurnalis serta tokoh masyarakat lainnya. Pada kesempatan nanti juga akan ditampilkan sebuah tarian tradisional kolosal "Gandrung Sewu" yang melibatkan 1.000 orang penari dari Kabupaten Banyuwangi. Kami juga akan ketengahkan penampilan Drum Band dari Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya.
HUT Ke-44 KORPRI Tahun 2015 sebenarnya pada 29 November 2015, namun karena tanggal tersebut jatuh pada hari Minggu, maka pelaksanaan upacara peringatannya dilangsungkan pada 30 November 2015. Tema peringatan HUT ke 44 Korpri adalah "Dengan Memperkokoh Netralitas dan Profesionalitas, KORPRI Siap Menyukseskan Nawacita Demi Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat". Dengan tema tersebut, segenap anggota KORPRI dimanapun berada di seluruh pelosok nusantara, hendaknya memperhatikan tiga hal sebagai berikut.
Pertama, KORPRI yang nantinya akan berubah menjadi Korps Pegawai ASN Republik Indonesia, diharapkan mampu menjaga kode etik profesi dan standar pelayanan profesi ASN, serta mewujudkan jiwa korps ASN sebagai pemersatu bangsa. Cegah dan tanggal setiap potensi ancaman, gangguan dan hambatan yang akan memecah persatuan dan kesatauan bangsa, contohnya masalah terorisme.
Kedua, Jajaran KORPRI diharapkan terus meningkatkan profesionalitas dengan terus meningkatkan kecerdasan intelektual, serta meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual antara lain dengan lebih memahami nilai-nilai Revolusi Mental dalam pelaksanaan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari, yakni nilai Integritas, Etos Kerja dan Gotong Royong. Ketiga, terkait netralitas anggota KORPRI dalam pesta demokrasi, khususnya Pemilu Kepala Daerah yang akan digelar pada akhir tahun ini, kami mengharapkan segenap anggota KORPRI benar-benar menjaga netralitas serta tidak menggunakan fasilitas pemerintah untuk kepentingan kampanye Pemilukada tersebut. Bagi yang melanggar akan diberikan sanksi yang tegas, mulai dari sanksi disiplin sedang sampai dengan berat, yakni pemberhentian dengan tidak hormat. (rls)



