JAKARTA – Jangan sepelekan perasaan lelah terus-menerus yang muncul bukan karena kegiatan olahraga atau aktivitas gerakan fisik lainnya. Sebab, sering merasa lelah tanpa adanya aktifitas gerakan fisik mungkin saja merupakan gejala gagal jantung.

Dikutip dari Kompas.com yang melansir laman Health, lelah yang berisiko menjadi tanda penyakit jantung bukan sekadar kelelahan karena "kurang tidur", melainkan rasa lelah yang luar biasa.

Sebagian orang sering mengabaikan hal ini dengan asumsi bahwa hal tersebut gejala kelelahan biasa dan mereka akan merasa lebih baik. Padahal, kelelahan bisa menjadi masalah yang cukup umum bagi seseorang dengan penyakit jantung, terutama gagal jantung.

Kelelahan (fatigue) adalah perasaan capek terus-menerus atau kekurangan energi, baik fisik, mental, atau kombinasi keduanya. Dilansir dari laman Cleveland Clinic, kata “kelelahan” sering digunakan secara bergantian dengan capek dan kantuk, namun ini berbeda jika digunakan dalam terminologi medis.

Orang yang mengalami kelelahan akan merasa sangat capai sehingga rasa lelahnya cenderung mengganggu aktivitas sehari-hari.

Jika Anda cukup tidur, makan sehat, dan berolahraga secara teratur, namun masih kesulitan dengan motivasi, konsentrasi, dan aktivitas sehari-hari, itu tanda kondisi kelelahan.

Kelelahan juga sering kali mengganggu kualitas tidur. Seseorang yang mengalami kelelahan kronis biasanya tidak merasa segar dan bersemangat meski telah tidur lama.

Bagi banyak orang, kelelahan disebabkan oleh kombinasi masalah gaya hidup, sosial, psikologis, dan kesejahteraan umum. Namun dalam beberapa kondisi, kondisi tersebut bisa menjadi tanda seseorang mengalami penyakit jantung.

Kaitan dengan Penyakit Jantung

Seseorang dengan penyakit jantung, terutama gagal jantung, kelelahan bisa menjadi masalah yang cukup umum. Dilansir dari laman Health Central, kondisi tersebut bisa disebabkan karena aliran darah yang mungkin terpengaruh sebagai bagian dari kondisi jantung seseorang.

Alasan dari kondisi tersebut adalah karena kekurangan oksigen. Jantung sedang berjuang dan berusaha keras untuk mengantarkan oksigen ke tubuh. Karena oksigen dan nutrisi dibawa melalui darah, penurunan keduanya dapat menyebabkan perasaan kurang energik secara keseluruhan. Itu akan berpengaruh terhadap efek samping seperti kurang tidur dan lebih banyak duduk diam, yang pada dasarnya justru dapat memperburuk perasaan lelah.

Pada penyakit jantung, gejala kelelahan juga dapat mencakup efek khusus pada sistem kardiovaskular, seperti detak jantung tidak teratur, sesak napas, dan tekanan darah tinggi. Jika Anda memiliki kondisi medis lain selain penyakit jantung, hal itu mungkin meningkatkan kemungkinan Anda mengalami kelelahan atau membuatnya bertahan lebih lama.

Kondisi medis tersebut termasuk diabetes, ketidakseimbangan hormon, gangguan autoimun, dan masalah paru-paru. Namun, tidak semua orang dengan gagal jantung mengalami kondisi tersebut. Selain itu, jangan menyimpulkan bahwa Anda mengalami masalah jantung hanya berdasarkan gejala ini. Sebab, banyak orang merasa lelah karena berbagai alasan.

Meski demikian, ketika Anda mengalami gejala kelelahan bukan karena aktivitas lain, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisinya.***