PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Naiknya harga elpiji 12 Kg dan 3 Kg dikeluhkan oleh masyarakat di Kabupaten Pelalawan, khususnya di Pangkalan Kerinci. Pasalnya, untuk harga elpiji 12 Kg tembus sampai Rp 160 ribu sementara untuk elpiji 3 Kg mencapai harga Rp 22-25 ribu di tingkat eceran.

Menurut seorang ibu rumah tangga di Pangkalan Kerinci, Lutfi, Minggu (11/1/2015), naiknya harga elpiji ini semakin memberatkan masyarakat bawah.

"Sejak harga BBM naik, harga-harga kebutuhan pokok termasuk elpiji ikutan naik. Sepertinya tidak ada ketetapan HET yang pasti untuk elpiji ini," keluhnya.

Lutfi mengatakan, parahnya lagi kenaikan ini diperberat dengan kelangkaan dari elpiji itu sendiri. Dicontohkannya saat elpiji 12 Kg di rumahnya habis, ia menelpon ke pengecer elpiji langganananya namun dikatakan elpiji yang 12 Kg habis.

Tak putus asa, Lutfi juga mencoba cari elpiji 12 Kg itu ke warung-warung juga ke agen, tapi hasilnya tetap sama, persediaan elpiji diwarung juga kosong.

"Inikan tambah bikin kesel kami sebagai ibu rumah tangga, sudahlah harga naik barangnya pun langka. Harusnya instansi terkait bisa segera menindaklanjutinya untuk mengawasi peredaran elpiji 12 Kg," tegasnya.

Lutfi menambahkan, jelang diperolehnya elpiji dari warung langganannya, untuk sementara waktu dirinya menggunakan kompor minyak tanah untuk memasak.

Terkait persoalan itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar), Drs Zuerman Das MM mengatakan, bahwa untuk elpiji 12 Kg dikarenakan tidak ada subsidi maka tidak ada kewenangan pihaknya untuk mengawasi.(***)