
TELUKKUANTAN – Keinginan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau Suhardiman Amby untuk layanan cuci darah di RSUD Telukkuantan akhirnya terwujud. Masyarakat Kuansing tak perlu lagi ke Pekanbaru atau keluar daerah untuk hemodialisa.
"Alhamdulillah, semua izin sudah kita kantongi dan layanan cuci darah segera kita luncurkan. Sekarang menunggu jadwal Pak Bupati," ujar Direktur RSUD Telukkuantan dr. Benni Antomy SpAn kepada GoRiau.com, Senin (4/3/2024) pagi di Telukkuantan.
Dikatakan dr Benni, tidak mudah untuk membuka layananan cuci darah di RSUD Telukkuantan. Sebab, dibutuhkan anggaran cukup besar untuk membeli alat-alatnya.
Karena itu, RSUD Telukkuantan menjalin kerja sama dengan RS Awal Bross dalam menjalankan layanan cuci darah. Kerja sama itu dalam bentuk kerja sama operasional (KSO), dimana RSUD Telukkuantan menyediakan tempat dan tenaga medis. Sedangkan RS Awal Bross menyediakan peralatan medis.
"Kita sudah siapkan SDM dengan matang dan saat ini sudah ada lima unit alat cuci darah," ujar dr Benni.
Dalam melayani pasien, lanjut dr Benni, satu alat hanya mampu menangani dua pasien dalam sehari. Jika layanan dibuka hingga malam, maka satu mesin bisa menangani tiga pasien. Namun, RSUD Telukkuantan belum memiliki SDM yang cukup untuk membuka pelayanan hingga malam.
Dari data yang ada, dr Benni menyatakan pasien yang membutuhkan layanan cuci darah di Kuansing sekitar 200-an orang. Jika dibandingkan dengan mesin yang ada, tentu belum sebanding.
"Karena itu, kita minta tambah alat ini ke RS Awal Bross. Kita sudah siapkan ruangan yang lebih besar. Sejalan dengan itu, kita juga menyiapkan SDM-nya. Beberapa orang perawat akan kita ikutkan pelatihan," papar dr Benni.
Layanan cuci darah di RSUD Telukkuantan juga akan di-cover BPJS. Menurut dr Benni, hari ini pihak BPJS akan melakukan kunjungan ke layanan cuci darah.
"Insya Allah, kita pastikan layanan cuci darah ini ditanggung oleh BPJS. Sehingga kita bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata dr Benni.***