BANTAN, GORIAU.COM - Kesal karena jalan poros desa mengalami kerusakan parah dan belum terlihat tanda-tanda akan perbaikan, warga Desa Kembung Luar menanam pohon kelapa di tengah jalan. Tidak hanya menanam pohon kelapa, warga juga menuliskan kalimat “Dewan Tidur Jalan Hancur” di karton yang digantung di pohon kelapa tersebut.
Penanaman pohon kelapa tersebut dilakukan warga Desa Kembung Luar di Jalan Dusun Keruang, Bengkalis Riau. Sekitar 2 KM jalan di dusun tersebut rusak parah. Banyak kendaraan roda empat banyak yang terpuruk dan terpaksa ditarik saat melintasi jalan itu.
“Penanaman pohon ini akumulasi dari kekesalan warga yang lambat mendapat respon dari pemerintah. Kerusakan jalan ini sudah terjadi beberapa bulan lalu, sampai hari ini belum ada tanda-tanda jalan ini akan dibangun,” ujar warga setempat, Wahyudi, Rabu (1/5/2013).
Masyarakat Desa Kembung Luar dan Teluk Lancar yang paling merasakan sulitnya melintasi jalan itu. Terlebih saat mengangkut hasil pertanian masyarakat seperti kelapa, ojol dan lainnya. Apalagi saat membawa orang sakit yang ingin berobat ke Selatbaru atau Bengkalis.
“Katanya Dinas PU sudah melakukan proses tender sebanyak 100 paket lebih, kami belum dapat informasi apakah paket jalan Kembung ini masuk atau tidak. Padahal untuk kondisi kasuistis semacam ini, tender bisa dipercepat,” imbuh Wahyudi.
Kalaupun anggaran tidak cukup atau proses pembangunanya lama, jalan poros desa Kembung Luar tersebut cukup dibase seperti jalan Tasik-Pancur. Hanya dengan anggaran Rp 3 miliar, tak sampai dua bulan jalan sudah selesai dibase. “Kami maunya seperti itu saja, tak perlulah cantik-cantik hotmik atau rigid, base-pun jadilah. Tapi mohon dikerjakan dari sekarang, jangan diakhir tahun,” pinta Wahyudi.
Untuk melewati jalan sepanjang 2 Km itu, masyarakat butuh waktu satu jam lebih. Belum lagi kalau ada yang terpuruk atau mobil pick up yang sasisnya patah karena jalan berlobang.
Kalau soal sabar dan menunggu, masyarakat sudah terlalu lama bersabar dan menunggu. Sayangnya, ujar Wahyudi, tindakan dari pemerintah yang kurang cepat, sehingga masyarakat merasakan dampaknya berkepanjangan.
Kadis Pekerjaan Umum, Muhammad Nasir, meminta kepada masyarakat untuk sedikit bersabar. Banyak tahapan dan proses yang harus dijalankan. “Mohonlah masyarakat bersabar, membangun ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, banyak tahapan dan proses yang mesti kita jalankan,” ujarnya.
Ditanya apakah paket peningkatan jalan poros Kembung Luar-Teluk Lancar sudah ditender, Nasir mengaku tidak begitu ingat karena ada ratusan lebih paket yang sudah diserahkan ke Unit Layanan Pengadaan untuk ditender. “Saya lupa, cuba cek langsung ke ULP,” pinta Nasir.
Terpisah Wakil Ketua Komisi II DPRD Bengkalis, Muhammad Tarmizi mendesak Dinas PU segera melakukan proses lelang, terutama untuk kondisi jalan yang memang sudah mengalami kerusakan parah.
“Jangan sampai lelang dilakukan akhir tahun seperti yang sudah-sudah, untuk apa anggaran kita sahkan diawal tahun kalau lelang dipenghujung tahun. Kalau memang paket jalan Kembung ini sudah dilelang oleh ULP, segerakan pekerjaannya jangan menunggu lama-lama lagi, kasihan masyarakat,” papar Tarmizi.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan ini juga menyentil penimbunan jalan Penabal-Pematang Duku dengan dana perawatan yang dilakukan oleh dinas PU. Kata Tarmizi, penimbunan yang dilakukan tak lebih hanya untuk untuk menghibur masyarakat, tidak dilakukan dengan serius karena banyak jalan yang rusak tapi tidak ditimbus.
“Jangan hanya menunggu pekerjaan multiyears atau reguler, kalau ada dana perawatan manfaatkan dengan sebaiknya. Kalau memang tak cukup, mestinya saat pembahasan lalu anggaran untuk perawatan jalan diperbanyak, sehingga kita bekerja serius tidak terkesan main-main seperti sekarang ini,” ungkapnya. (jfk)