
PEKANBARU - Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar menegaskan, pemerintah kini tengah melakukan evaluasi untuk mencari pihak yang terbaik untuk mengelola Blok Rokan. Ini dilakukan pemerintah menyusul berakhirnya masa kontrak PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) pada 2021 mendatang.
"Sedang kita evaluasi bagaimana sebaiknya mengelola Blok Rokan kedepannya nanti," kata Wamen ESDM, Arcandra Tahar kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Rabu (14/3/2017).
Siapapun yang dipilih untuk mengelola Blok Rokan itu nantinya, kata Arcandra, pemerintah meminta pihak terpilih harus bisa meningkatkan produksi minyak.
"Untuk kontrak-kontrak yang habis tentu kita evaluasi dulu. Siapa pun yang ambil alih, produksinya tidak boleh turun," tuturnya.
Sementara itu, PT CPI kini tengah mempersiapkan remediasi atau pembersihan permukaan tanah yang sudah tercemar menjelang berakhirnya kontrak pengelolaan blok.
"Chevron harus kemas-kemas dan bersih-bersih. Mereka sudah clear akan membersihkan kembali bekas-bekas ladangnya," kata Asiten II Setdaprov Riau, Masperi kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Senin (12/6/2017) lalu.
Remediasi, kata Masperi, merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan lingkungan dari pencemaran bekas ladang operasi perusahaan.
"Dengan remediasi, bekas ladang Chevron ini diharapkan tidak berkontaminasi dan menimbulkan kerusakan lingkungan," pungkasnya. ***