PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Ada ratusan ribu warga umat Islam di Kabupaten Pelalawan, Riau, namun dikabarkan hanya sekitar 25 persen diantaranya saja yang mampu membaca ayat suci al-quran. Hal itu diketahui oleh pemkab setempat melalui Kantor Agama yang mendeteksi, dari total keseluruhan masyarakat yang melangsungkan pernikahan, 75 persen diantaranya tidak pandai membaca ayat suci itu.
"Untuk itu, perlu kembali digalakkan program magrib mengaji. Dimana, setiap habis magrib penduduk muslim diwajibkan untuk membaca al-qur'an," Kata Kepala Kantor Kementerian Agaman Kabupaten Pelalawan, Zulkifli, disela acara pembukaan MTQ di Pangkalan Kerinci, Rabu (15/5/2013).
Dia mengatakan, sampai saat ini angka buta terhadap baca al-qur'an di Kabupaten Pelalawan mencapai kepada hal yang sangat mengkhawatirkan. "Setiap orang yang mau melakukan pernikahan, maka membaca al-qur'an merupakan salah satu ujiannya. Dari banyak pasangan yang melangsungkan akad nikah, ternyata cuma 25 persen saja yang bisa baca Alqur'an," ujarnya.
Ironisnya lagi, kata dia, pada setiap pernikahan masyarakat maka yang menjadi maharnya adalah Alqur'an itu sendiri. Sayang disayangkan, saat al-qur'an yang dijadikan mahar namun ternyata mereka tak bisa membacanya.
"Kondisinya sudah seperti itu, dan ini sangat ironis sekali. Mereka menikah dengan maharnya Al-Qur'am tapi ternyata mereka tak mampu membacanya," katanya.(ilm)