PEKANBARU – Walikota Dumai H Paisal, SKM, MARS mengapresiasi Festival E-Craf di Bandar Bakau Tuk Wis yang dilaksanakan oleh legislator asal Dumai Eddy A Mohd Yatim dan Dinas Pariwisata, Rabu (21/6/2023) Dumai. Program kreatif yang banyak menampilkan program seni dan workshop keilmuan tentang urban mangrove, bengkel seni akting dan tari itu berlangsung selama empat hari.

''Apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Ketua Komisi I, abang kami Eddy A Mohd Yatim SSos, MSi yang telah menampilkan program Festival E Craf yang merangkul seniman Riau dan Dumai. Selamat datang bang Edi, di kota Dumai, kota IDAMAN. Kami yakin, bang Edi adalah salah satu wakil kami yang sangat peduli, bersama-sama membangun Kota Dumai ini. Buktinya, malam ini kita saksikan, bagaimana hadir stand pameran bagi pelaku UMKM, selama kegiatan. Ini adalah sebuah kabar gembira bagi kami pasca masa covid yang cukup lama, dan menjadi momen bagi kami untuk menampilkan urban mangrove di tengah kota Dumai. semoga spirit ini, dapat kami lanjutkan, dengan menjadikan festival mangrove Tuk wis sebagai event tahunan,'' ujarnya Walikota Dumai dalam acara pembukaan.

Pidato sang Walikota pun langsung disambut tepuk riuh undangan dan sejumlah tamu undangan dari DPRD Riau, dan Dinas Pariwisata Provinsi.

"Kita menyambut harapan Tuk Darwis, yang menginginkan agar Bandar Bakau Dumai dikenal dunia, sebuah harapan yang sangat besar, kita dukung, karena ini salah satu paru-paru dunia, dan kebanggaan kota Dumai. Mari kita jaga dan kita lestarikan. Saya berharap spirit Pak Walikota yang ingin menjadikan ini event tahunan. Sebuah dorongan yang sangat tepat,'' ujar Eddy A Mohd Yatim.

Eddy Yatim juga menuturkan, bukan hanya panggung seni, nuansa akademik di event ini juga ditonjolkan, ini terbukti dengan dihadirkannya pemateri Prof Yusmar Yusuf, Dr Meizi Heryanto, Dawami Bukit Batu SIP, MSI.

"Para akademisi itu kita hadirkan untuk mengelaborasi tema, Mangrove Perkotaan-Urban Mangrove, dalam siasat kreativitas dan alert system kebencanaan, keserempakan kesadaran kosmik tentang ruang ruang kreatif," jelasnya .

Dikatakan legislatif asal Dumai ini, dengan diskusi ini diharapkan lahir sebuah gagasan yang akan mendorong urban mangrove Kota Dumai menuju salah satu lokasi terbaik. Dalam event ini cukup menjadi perhatian adalah adanya pembubuhan tanda tangan, dukungan sejumlah unsur kota Dumai, agar seniman terus berkarya dalam festival E Craf, selain itu juga adanya deklarasi Pemuda Anti Narkoba sebagai bahagian dukungan terhadap program, Bakau Kampung Tangguh Anti Narkoba Dumai. (rls)