
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Riau putaran kedua baru saja selesai dilaksanakan. Namun para aktivis anti-korupsi telah mulai mengkritik dua pasang calon yang maju tersebut.
Aktivis menyatakan dua calon Gubernur Provinsi Riau baik Herman Abdullah maupun Annas Maamun rentan terjerat dengan kasus-kasus korupsi. "Ini menjadi fenomena yang memang selayaknya di awasi secara bersama-sama. Jangan sampai gubernur-gubernur mendatang kembali terjerumus dalam kasus korupsi," kata Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau, Usman, dalam keguatan bersama wartawan di Pekanbaru, Jumat siang (29/11/2013).
Pada Rabu (27/11), masyarakat Riau juga telah melaksanakan pencoblosan pemilihan kepala daerah putaran kedua.
Komisi Pemilihan Umum Daerah Riau menetapkan dua pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau periode 2013 - 2018 yakni, nomor urut 1, Herman-Agus, kemudian nomor urut 2, Annas-Andi. Menurut hasil hitung cepat yang dilakukan Indobarometer, Pilkada Riau putaran kedua kemarin dimenangkan oleh pasangan nomor urut 2, Annas-Andi dengan perolehan 59, 94 persen suara.
Sementara pasangan nomor urut 1, Herman-Agus hanya berhasil meraih 40,06 persen. Hitung cepat Indobarometer tersebut berpatokan pada sample 300 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 11 ribu lebih yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Riau.
Made Ali, aktivis dari Riau Corruption Trial (RCT) pada kesempatan yang sama mengatakan, disisi lain pihaknya mendapati kedua calon gubernur tersebut rentan terjerat kasus korupsi seperti yang terjadi pada Rusli Zainal saat menjabat sebagai Gubernur Riau.
Untuk cagub Herman Abdullah, sebelumnya sewaktu menjabat sebagai Wali Kota Pekanbaru juga sempat terdeteksi adanya kasus dugaan korupsi di beberapa dinas.
Begitu juga dengan Kabupaten Rokan Hilir saat bupatinya Annas Maamun, banyak terdeteksi kasus-kasus korupsi di daerah itu. "Namun tetap menjadi pengharapan bersama, kedepan siapapun yang duduk menjadi gubernur, tidaklagi terbelit dengan korupsi. Semua pihak harus turut memantau jalannya pemerintahan mendatang," katanya.(fzr/ant)