
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru meriliskan sebanyak 36 dari 149 kecamatan di berbagai wilayah kabupaten/kota di Riau masuk dalam daftar daerah rawan banjir.
Data pemetaan daerah rawan banjir oleh BMKG Stasiun Pekanbaru yang diterima pada Senin (14/10/2013), puluhan kecamatan yang dimaksud itu diantaranya yakni Bangkinang, Bangko, Batang Tuaka, dan Kecamatan Bukit Raya.
Kemudian ada juga Kecamatan Cerenti, Dumai Barat, Gaung Anak Serka, Kampar, Kampar Kiri, Kateman, Kepenuhan dan Kecamatan Kuala Indragiri serta Kuala Kampar.
Selanjutnya yakni Kecamatan Kuantan Hilir, Kuantan Mudik, Kuantan Tengah, Kubu, Kuntodarussalam, Mandah, Merbau, Rambah, Rengat, Rokan IV Koto, Rumbai, sail, Seberida dan Siak Hulu. Ada pula Kecamatan Singingi, Tampan, Tandun, Tembilahan, Tambusai, XIII Koto Kampar, Tanjung Timur, serta Kuala Indragiri, dan Batam Barat.
Dominan 36 kecamatan rawan banjir tersebut merupakan kawasan yang berada di daerah aliran sungai.
Pihak lain, yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau justru menyatakan hampir seluruh kabupaten/kota di Riau rawan banjir tahunan. "Kalau dilihat dari kejadian-kejadian sepanjang tahun 2012, banjir memang hampir melanda seluruh wilayah kabupaten dan kota di Riau, termasuk Pekanbaru," kata Kepala BPBD Provinsi Riau, Said Saqlul Amri.
Salah satu faktor penyebabnya, demikian Said, adalah kondisi topografi alam. Dengan kondisi demikian, dia mengimbau seluruh pemerintah daerah mengaktifkan kembali posko siaga bencana agar dapat melakukan langkah-langkah penanganan dan tindakan tanggap darurat jika terjadi bencana alam.
"Kami juga sudah menginformasikan kepada seluruh kepala daerah se-Riau. Dengan konsisi musim hujan ini, siaga banjir dan longsor harus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menyeluruh," katanya.(fzr)