
DUMAI, GORIAU.COM - Hari pertama Ujian Nasional yang berlangsung di Kota Dumai, sebanyak 16 siswa yang namanya telah terdaftar dalam daftar nominasi tetap (DNT) peserta ujian nasional (UN), akhirnya dinyatakan gagal oleh Panitia UN Rayon Kota Dumai. Mereka dipastikan drop out (DO).
Sedangkan dua peserta UN lainnya, terpaksa harus mengikuti UN susulan yang direncanakan akan berlangsung Senin pekan depan (21/4/2014) lantaran sakit, sehingga tidak bisa mengikuti UN utama yang berlangsung hari inin (Senin, 14/04) di sekolahnya.
''Di hari pertama UN tahun 2014 ini, sebanyak 18 siswa dari SMA/MA dan SMK baik negeri maupun swasta kita nyatakan absen. 16 siswa diantaranya telah kita nyatakan gagal UN, karena DO dan dua siswa lagi akan mengikuti UN susulan Senin pekan depan lantaran sakit,'' ungkap Ketua Panitia UN Rayon Kota Dumai Drs Misdiono, Senin (14/4/2014) diruang kerjanya.
Dari 16 siswa yang telah dinyatakan gagal UN karena drop out itu, dirincikan Misdiono, sembilan (9) siswa berasal dari SMA Swasta Budi Dharma, dua (2) siswa berasal dari SMK Negeri I, begitu juga dengan SMK Negeri 3 yang juga terdapat dua (2) siswanya yang DO. Selain itu, masing - masing satu siswa juga telah dinyatakan gagal UN karena DO, terdapat di SMA Negeri 5, SMA Swasta PGRI dan Madrasah Aliyah Swasta Baiturrahman.
''Sedangkan dua siswa yang tidak hadir UN lantaran sakit dan harus mengikuti UN susulan pada Senin pekan depan, yakni satu siswa berasal dari SMA Swasta Muhammadiyah dan satu siswa lagi berasal dari SMK Negeri 3 Dumai,'' ungkap Misdiono.
Ditambahkan Misdiono, meskipun UN pada hari pertama ini terdapat sedikit kendala yakni kesalahan Naskah Soal di satu ruang ujian Program Studi IPS di SMA Budi Dharma Dumai, tetapi secara keseluruhan UN di kota Dumai berjalan dengan baik, tertib dan lancar.
''Hal ini dibuktikan, sekitar pukul 15.00 WIB seluruh Logistik UN yang berisi LJUN (Lembar Jawaban Ujian Nasional) dari 30 SMA sederajat yang menyelenggarakan UN, telah sampai di Kantor Dinas Pendidikan, Jalan Tanjung Jati dan saat ini telah digudangkan yang dijaga oleh 2 Personil Kepolisian, ditambah petugas Security internal kita,'' tegasnya.
Dari catatan total peserta UN sebanyak 3.765 siswa yang berasal dari 30 SMA sederajat sebegai penyelenggara Ujian Nasional (UN) dan telah terdaftar dalam DNT (Daftar Nominasi Tetap) peserta Ujian Nasional tahun 2014 ini, akhirnya telah berkurang menjadi 3.749 siswa. Hal ini terjadi, lantaran 16 siswa peserta UN telah dinyatakan gagal UN akibat drop out oleh Panitia UN setempat.
Dimana, berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Dumai mencatat sebanyak 3.749 siswa pada Senin kemarin yang berasal dari 30 SMA sederajat yang ada di kota Dumai, telah mengikuti UN dengan baik. Dari jumlah Peserta UN itu ditempatkan didalam 222 ruang ujian yang akan diawasi oleh 444 Pengawas ruang.
Dengan rincian, sebanyak 1.231 siswa berasal dari SMA (Sekolah Menengah Atas) Negeri dengan jumlah ruang sebanyak 67 ruang dan diawasi 134 pengawas ruang, 653 siswa berasal dari SMA Swasta dengan jumlah ruang sebanyak 38 ruang dan diawasi 76 pengawas ruang. Sehingga total peserta UN yang berasal dari 12 SMA Negeri dan Swasta yang ada di kota Dumai sebanyak 1.884 Siswa, dengan jumlah ruang sebanyak 105 ruang serta diawasi sebanyak 210 pengawas ruang.
Sedangkan peserta UN yang berasal dari Madrasah Aliyah (MA) Negeri sebanyak 149 siswa dengan jumlah ruang 8 ruang yang diawasi 16 pengawas ruang dan MA Swasta sebanyak 135 siswa dengan jumlah ruang 12 ruang yang diawasi 24 pengawas ruang. Sehingga total peserta UN yang berasal dari 9 Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta yang ada di kota Dumai sebanyak 284 Siswa, dengan jumlah ruang sebanyak 20 ruang yang akan diawasi 40 Pengawas ruang.
Kemudian, untuk peserta UN yang berasal dari SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Negeri sebanyak 1.022 siswa dengan jumlah ruang 61 ruang yang diawasi 122 pengawas ruang dan SMK Swasta sebanyak 556 siswa dengan jumlah ruang 35 ruang yang diawasi 70 pengawas ruang. Sehingga total peserta UN yang berasal dari 8 SMK Negeri dan Swasta yang ada di kota Dumai sebanyak 1.578 Siswa, dengan jumlah ruang sebanyak 96 ruang yang akan diawasi 192 Pengawas ruang.
Ternyata, tidak hanya sekolah seperti SMA/MA dan SMK saja yang mengikuti Ujian Nasional, tetapi satu SMALB (Sekolah Menengah Atas Luar Biasa) yang ada di kota Dumai juga memiliki tiga (3) siswa yang akan mengikuti ujian nasional di tahun 2014 ini, yang akan ditempatkan dalam satu ruang dan diawasi dua (2) pengawas ruang.''Secara total siswa SMA sederajat yang mengikuti UN di kota Dumai sebanyak 3.765 siswa, karena 16 siswa kita nytakan gagal UN akibat DO, maka siswa kita yang masih menjadi peserta UN sebanyak 3.749 siswa,'' tukas Misdiono. (za)