BAGANSIAPIAPI - Sikap kurang menghargai tugas jurnalis kembali ditunjukkan Jonfrizal, mantan Penghulu (Kepala Desa) Sintong Makmur, Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau.
Di hadapan penghulu dan Camat Tanah Putih dengan sikap yang kurang mencerminkan intelektual, dia menyebutkan Wartawan dan LSM kerjanya hanya mengintimidasi, menakuti dan menekan para penghulu yang menggunakan dana ADD dan DD.
Ucapan yang disampaikannya itu, spontan mendapat reaksi dari seluruh jurnalis yang bertugas di Bagansiapiapi. Ze, Wartawan yang bekerja di harian media lokal yang juga hadir dalam acara tersebut, jelas merasa tersinggung.
Dalam tulisannya, dia menyebutkan Jonfrizal telah membuat pernyataan menakutkan kepada seluruh calon kepala desa untuk berhati-hati kepada wartawan jika sudah melakukan pencairan ADD dan DD. Karena menurutnya, wartawan dan LSM akan ramai-ramai mendatangi penghulu tersebut.
"Untuk masyarakat yang mencalonkan penghulu, jangan karena ada dana ADD dan DD. Sebab, resikonya sangat banyak. Salah satunya, wartawan dan LSM akan datang jika dana tersebut dicairkan," tulis Ze sebagaimana mengutip pernyataan Jonfrizal.
Selain Ze, wartawan lainnya berinisial As juga merasa geram jika mengingat pernyataan Jonfrizal yang merendahkan profesinya. As yang ikut meliput kegiatan itu wajahnya langsung merah padam. Apalagi setelah Jonfrizal memberikan pernyataan itu, seluruh mata langsung tertuju kearah mereka. Mau tak mau terpaksa pura pura buang muka.
"Bukannya minta maaf. Malah Jonfrizal berjoget sambil menyanyi pada acara yang menyuguhkan orgen tunggal sambil tertawa terbahak bahak," kata As yang sering meliput di Pengadilan Negeri.
Menyikapi komentar mantan penghulu Sintong Makmur, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Rohil, Jaka Abdillah meminta kepada Jonfrizal untuk hadir ke Bagansiapiapi dan meminta maaf kepada seluruh pekerja pers yang ada di Rohil.
"Akan kita panggil yang bersangkutan terkait motif ucapannya. Jika tidak kooperatif, akan kita buat pengaduan ke Polres Rohil," kata Jaka.
Senada juga disampaikan pengurus Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Rohil, Azhar. Dia menyebutkan kasus pelecehan wartawan ini bukan sekali di Rohil. Dia menilai ada semacam sindrome penyakit yang diderita pelaku sehingga begitu bangga melecehkan profesi orang di khalayak ramai.
"Agar kejadian serupa tidak terulang, kami akan buat pengaduan ke Polres," tuturnya.(amr)