PEKANBARU – Sebuah pesan filosofis mendalam disampaikan Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, saat menutup rangkaian Ekshibisi Lomba Orasi Green Policing 2026 di Mal SKA Pekanbaru, Minggu (15/2/2026). Di tengah hiruk-pikuk pusat perbelanjaan, jenderal bintang dua ini mengajak masyarakat untuk merombak total cara pandang terhadap alam.

Irjen Herry menekankan perlunya pergeseran paradigma dari antroposentrisme menuju ekosentrisme. Selama ini, pola pikir antroposentrisme yang menempatkan manusia sebagai pusat alam semesta dinilai menjadi biang kerusakan lingkungan. Manusia merasa berhak mengeksploitasi alam tanpa memikirkan dampak jangka panjang bagi makhluk hidup lainnya.

"Jadi bagaimana kita merubah paradigma dari antroposentrisme ke ekosentrisme," tegas Irjen Herry.

Dalam pandangan ekosentrisme, manusia hanyalah salah satu bagian dari jejaring kehidupan yang saling bergantung dengan entitas lain seperti hewan dan tumbuhan. Menjaga keberlangsungan ekosistem hutan, termasuk habitat gajah dan harimau, pada hakikatnya adalah menjaga keberlangsungan hidup manusia itu sendiri.

Mengakhiri sambutannya dengan gaya yang ringan namun sarat makna, Kapolda Riau melontarkan pesan unik yang mewakili suara satwa liar di hutan Riau.

"Poin terakhir bahwa di dalam hutan itu ada ekosistem terutama gajah, harimau dan lainnya. Saya mewakili Domang, gajah-gajah, pohon-pohon menyampaikan pesan yakni gajahlah kebersihan," pungkasnya yang disambut tepuk tangan meriah hadirin.