
SIAK - Rombongan Safari Ramadan Syamsuar yang membawa Wasekjen MUI Pusat Jakarta ini tiba di Masjid Istiqomah, Kepenghuluan Bagan Batu Barat, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Selasa (13/6/2017) malam.
Kabupaten Rohil yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Bengkalis ini merupakan kampung kelahiran orang nomor 1 di negeri Matahari Timur ini. Di kampung itu, Bupati dua periode ini tumbuh besar dari keluarga yang bahagia dan ayah yang juga mendapat amanah 2 periode dari masyarakatnya menjabat sebagai penghulu kampung.
Dikatakan Syamsuar dihadapan Jamaah Masjid, 1987 saat ia lulus dari APDN, ia sudah berfirasat akan diberikan jabatan sebagai Sekcam atau Camat di Wilayah Kecamatan Bangko.
Namun jabatan baru itu jelas akan membuatnya tak nyaman dalam bekerja. Dimana saat bersamaan ayahnya juga masih menjabat sebagai penghulu kampung. Secara tidak langsung saat ia menjabat nanti, ia mau tidak mau memerintah ayahnya.
Atas pertimbangan itu pula, Syamsuar dengan berat hati meminta agar sang ayah dapat mundur dari jabatannya sebagai penghulu. "Meskipun saat itu sayo belum ado jabatan, tetapi sayo sudah minta abah sayo mundur dari jabatannya sebagai penghulu. Untuk antisipasi saja saat nanti aaya diberikan jabatan yang lebih tingginya," kenang Syamsuar dalam sambutannya.
Kehadiran Syamsuar ini disambut Sekda Rohil, Drs Surya Arfan Efendi. Surya mengucapkan terima kasih atas kunjungan Pak Syamsuar yang notabene adalah Bupati Siak.
Pak Syamsuar, kata Surya, adalah temannya dan dia tak asing lagi dengan masyarakat Rohil. Karena Siak dan Rohil dulunya satu kesatuan dalam adminitrasi Kabupaten Bengkalis.
Di bawah kepemimpinan Pak Syamsuar selama dua priode sebagai Bupati Siak, ungkap Surya, Siak menjadi kota yang luar biasa dan dalam berbagai hal harus diakui bahwa Rohil selalu tertinggal dari Siak. "Karenanya kita banyak belajar ke Siak," ucap Surya.
Usai sambutan Sekda Surya, prosesi silaturahmi selanjutnya Syamsuar menyerahkan bantuan kepada masjid dan memberi santunan kepada 25 anak yatim.
Sementara itu, tokoh masyarakat Riau, Syamsuar, mengatakan, bahwa dirinya bukan orang lain lantaran memang lahir di Jumrah, Rohil.
Dari 10 daerah kabupaten/kota yang sudah dikunjungi, kata Syamsuar, sebagian besar keluhannya terkait infra struktur juga fluktuasi harga sawit dan karet. Serta kebijakan full day dari Mendikbud.
Sementara itu, kata Syamsuar, masyarakat Riau banyak yang sehari-hari bekerja sebagai petani, baik itu sawet maupun karet. Jadi, masih banyak di Riau ini hal yang perlu diperbaiki lagi untuk ke depan yang lebih baik.***