RENGAT, GORIAU.COM - Tersangka kasus pencabulan yang merupakan siswa SMAN 2 Rengat dinyatakan tak lulus ujian nasional yang baru saja diumumkan. Her (17) merupakan satu dari 18 siswa di Indragiri Hulu, Riau yang tak lulus. Secara keseluruhan, Inhu lulus 99,53 persen dari 4.218 siswa.

''Dari 4.218 siswa yakni 1.159 siswa yang tergabung dalam jurusan IPA, lulus 100 persen. Selain itu yang cukup membanggakan, rata-rata nilai siswa pada tahun ini naik dibanding tahun sebelumnya. Dimana untuk jurusan IPA naik dari 6,50 menjadi 6,84 dan jurusan IPS dari 6,20 naik menjadi 6,41, walaupun tetap berada di peringkat 9 se-Riau,'' ujar Kadisdik Inhu Ujang Sudrajat SP Msi ketika dikonfirmasi Jumat (24/5/2013) di ruang kerjanya.

Menurutnya, siswa yang tidak lulus UN itu pada umumnya siswa SMA dan MA jurusan IPS sebanyak 16. Sementara dari 1.389 siswa SMK hanya 1 orang yang tidak lulus UN.

Memang sebutnya, dari 18 siswa yang tidak lulus UN tersebut terdapat beberapa orang diantaranya tidak sekolah lagi. Namun masih tercatat dan masuk dalam daftar peserta UN. Begitu juga sebutnya, sejumlah siswa yang tidak lulus UN di MA Darul Suluk Batang Cenaku diantaranya ada terganjal belum masuknya nilai semester. Sehingga tercatat juga sebagai siswa yang tidak lulus UN.

Untuk pelaksanaan penyampaian pengumuman kelulusan kepada siswa, tambahnya merupakan kewenangan setiap sekolah. Namun demikian sebutnya, ada 5 poin yang ditekan kepada pihak sekolah diantaranya tetap menjaga keterbinan umum. ''Peserta didik dihimbau menyambut keberhasilan secara berlebihan, tidak mencoret-coret baju, tidak berkonvoi di jalan raya,'' terang.

Pantauan di sejumlah jalan protokol dalam kota Rengat dan Pematang Reba masih terlihat sejumlah siswa konvoi di jalan raya dan coret-coret seragam. Pemandangan itu terutama terlihat pada sore hari, sebab pada umumnya sejumlah sekolah menyerahkan hasil pengumuman dalam bentuk amplop pada sore hari. (jef)