
PEKANBARU - Kepala Bidang Teknis Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Provinsi Riau, M Mahfud menjawab pernyataan dari Ketua DPRD Siak, Azmi yang menyebut masyarakat sudah melaporkan keberadaan Harimau Sumatera di Teluk Lanus, Sungai Apit, Siak.
Dikatakan Mahfud, pihaknya sejak awal sudah melakukan pemasangan camera trap untuk memantau pergerakan Harimau Sumatera yang dilaporkan warga itu. Namun, harimau tersebut tak kunjung terdeteksi. Bahkan, hingga peristiwa naas tadi malam, kamera tersebut belum juga berhasil mendeteksi keberadaan harimau.
"Harimau itu tiba-tiba muncul kembali dan terjadi hal tersebut, saat ini kami kembali ke lokasi dengan membawa box trap dan akan melakukan evakuasi," ujar Mahfud, Senin (30/8/2021)
Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Siak H. Azmi, SE, sangat berduka mendengar kabar ada warga yang tewas karena diterkam Harimau di Camp PT Uniseraya, Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau. Padahal sudah 3 bulan lalu, BBKSDA diminta untuk mengevakuasi Harimau Sumatera tersebut.
“Mengenai harimau Sumatra di Teluk Lanus itu, saya sudah dapat informasi 3 bulan yang lalu, sudah ada laporan masyarakat bahwa ada harimau masuk kampung memakan kambing warga,” kata Azmi kepada GoRiau, Senin (30/9/2021) siang.
Setelah menerima laporan itu, kemudian Azmi langsung meminta agar BBKSDA untuk mengevakuasi Harimau yang berkeliaran di Teluk Lanus itu.
“Tapi sampai sekarang belum dilakukan hingga ada warga kampung diterkam harimau,” tegasnya.
Setelah 3 bulan, ternyata harimau tersebut belum dievakuasi, dan akhirnya yang dikhawatirkan Azmi terjadi, seorang remaja tewas dalam keadaan mengenaskan diduga diterkam harimau pada hari Minggu (29/8/2021).
Hal itu menjadi sebuah duka yang mendalam bagi Azmi, untuk itu ia meminta BBKSDA Riau, segera mengevakuasi harimau tersebut.
“Saya minta BBKSDA Provinsi Riau untuk menanganinya agar tidak timbul korban lagi,” tandas Azmi.
Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 7 malam ini menimpa salah seorang pekerja yang ber-KTP Kabupaten Nias, MA (16) dan disaksikan langsung oleh ayah korban, R.
Pada malam itu, korban dan ayahnya anaknya tengah memperbaiki mesin disel (mesin lampu) di kompleks eks PT. Unisraya yang rusak. Saat R sibuk memperbaiki mesin disel, MA meminta izin kepada ayahnya untuk ke pelabuhan mencari jaringan HP karena di dekat tempat tinggal korban tidak terdapat jaringan.
Setelah R memperbaiki mesin, dia tidak lagi melihat anaknya kembali. Kemudian, R berusaha mencari anaknya dengan memangil-manggil namanya ke arah pelabuhan.
"Ketika kondisi lampu Camp masih padam, R pergi mencari anaknya ke pinggir laut dan setelah berjalan sekitar 150 meter R menemukan Hp milik anaknya tergelatak di tanah," kata Mahfud, Senin (30/8/2021).
Tak hanya itu, R juga dikejutkan dengan banyaknya bercak darah yang berserakan di tanah dan bekas seretan menuju ke dalam hutan. Langsung saja R berteriak minta tolong. Rekan- rekan kerja eks PT Unisraya datang bersama- sama untuk mencari korban.
"Menurut saksi-saksi bahwa korban telah diterkam Harimau Sumatera pada saat lampu janset dalam keadaan padam, sehingga saat penerkaman tidak terlihat. Tempat tinggal Sdr. R dan korban terletak di kampung Teluk Lanus, ditepi pantai atau laut, tepatnya di PT. Sawit Unisraya. Pencarian berhasil menemukan titik terang dimana korban berada dalam kondisi yang mengenaskan pada pukul 23.01 WIB," terangnya. ***