SELATPANJANG - Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti Drs Iqaruddin MSi didampingi Kabag Ekonomi Agusyanto Bakar mengakui ada tunggakan di Badan Urusan Logistik (Bulog). Namun, mereka sama sekali belum menerima surat resmi dari Bulog.
"Memang kita akui ada tunggakan dari penyaluran 13 dan 14," ujar Iqaruddin, Rabu (20/1/2016)."Surat itu sudah kita minta ke Bulog, biasanya mereka menagih (hutang, red). Namun, sampai hari ini Bulog belum mengirimkan. Kita menyesali sikap Bulog ini," tambah Agus.
Kata Agus pula, surat dari Bulog itu nantinya sebagai dasar mereka untuk menyurati pihak kecamatan. Sebab, sistem penyaluran raskin (bulog) di Meranti memang berjenjang.
"Memang ada (dana raskin, red) dari kecamatan belum masuk. Masalah ini klasik setiap tahun. Kita tunggu surat dari Bulog biar ini bisa secepatnya diselesaikan," ujar Agus pula.
Kedepan kata Agus, mereka akan mengoptimalkan peran masing-masing pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang. Sementara target jangka panjang mereka akan berkoordinasi dengan pihak Bulog untuk mewacanakan harus ada penunjukan surat pelunasan harga tebus raskin, sebelum didistribusikan.
Sebelumnya, Senin (18/1/2016) Kepala Bidang Operasional Bulog Riau Kepri telah menyampaikan rekap piutang dari beberapa daerah ke Plt Gubernu Riau Andi Rachman. Bulog berharap, melalui Gubri akan ada instruksi ke jajarannya agar secepatnya melakukan pelunasan agar distribusi untuk tahun 2016 tidak terganggu. Dari rekapitulasi ini dijelaskan bahwa Kabupaten Kepulauan Meranti menunggak Rp880 juta. ***


